
Perubahan Signifikan dalam Penutupan Pemerintah AS
Pada hari Ahad malam, 9 November, Senat Amerika Serikat mengambil langkah penting untuk menyelesaikan penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah negara tersebut. Menurut laporan yang diterbitkan, setelah 40 hari penutupan, Senat memutuskan dengan suara 60-40 untuk melanjutkan kesepakatan pendanaan sementara yang bertujuan membuka kembali pemerintahan federal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Keputusan ini tercapai setelah delapan senator Demokrat memutuskan untuk melonggarkan tuntutan kebijakan mereka dan bergabung dengan Partai Republik dalam mencapai kompromi lintas partai. Langkah ini membuat proses berakhirnya penutupan pemerintahan semakin mendekati titik akhir, meskipun masih perlu pemungutan suara akhir di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat sebelum diserahkan kepada Presiden Donald Trump.
Isi Kesepakatan dan Perpecahan di Kalangan Demokrat
Kesepakatan yang dirancang oleh pimpinan Partai Republik bersama delapan anggota Demokrat mencakup beberapa poin penting. Pertama, kesepakatan ini membatalkan pemberhentian sementara pegawai federal. Kedua, akan ada pemungutan suara mendatang atas subsidi Obamacare yang akan berakhir. Selain itu, seluruh kegiatan pemerintahan akan dibuka kembali hingga 30 Januari.
Namun, kesepakatan ini menuai kritik dari sejumlah anggota Partai Demokrat. Mereka merasa bahwa perjanjian tersebut tidak memberikan jaminan perpanjangan subsidi kesehatan di bawah Affordable Care Act (ACA) yang akan habis masa berlakunya akhir tahun ini. Tanpa perpanjangan, premi asuransi kesehatan diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Selama lebih dari sebulan, Partai Demokrat tetap menolak rancangan pendanaan dari Partai Republik kecuali disertai perpanjangan subsidi kesehatan. Namun, sekelompok senator moderat seperti Catherine Cortez Masto dan Jacky Rosen dari Nevada, Maggie Hassan dan Jeanne Shaheen dari New Hampshire, Dick Durbin dari Illinois, Tim Kaine dari Virginia, John Fetterman dari Pennsylvania, serta Angus King dari Maine, memutuskan bahwa saatnya krisis diakhiri. Mereka setuju setelah Partai Republik menjanjikan pemungutan suara mengenai subsidi Obamacare pada Desember mendatang.
Sementara itu, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dari New York memilih menolak rancangan tersebut. Tidak ada pemungutan suara tambahan pada Ahad malam, dan Senat dijadwalkan kembali menggelar sidang pada Senin pagi waktu setempat.
Dampak dari Penutupan Pemerintah
Penutupan pemerintah AS yang dimulai pada 1 Oktober telah berdampak luas terhadap kehidupan publik. Sekitar 750 ribu pegawai federal mengalami penangguhan kerja sementara, ribuan penerbangan dibatalkan, dan bantuan pangan bagi jutaan warga Amerika terancam.
Data dari FlightAware mencatat sedikitnya 2.300 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan hingga Ahad, sementara lebih dari 8.000 penerbangan mengalami penundaan. Bandara-bandara utama seperti New York, Chicago O’Hare, dan Atlanta Hartsfield-Jackson menjadi yang paling terdampak.
Selain itu, sekitar 42 juta warga Amerika atau satu dari delapan penduduk yang mengandalkan program bantuan pangan SNAP menghadapi ketidakpastian. Meskipun dua pengadilan federal memerintahkan pemerintah menyalurkan dana SNAP selama penutupan, Mahkamah Agung menunda satu putusan sampai sidang lanjutan digelar.
Kebuntuan politik ini berawal dari kegagalan Senat menyepakati prioritas anggaran. Demokrat bersikeras memperpanjang subsidi kesehatan ACA selama satu tahun, sementara Partai Republik menegaskan isu itu baru akan dibahas setelah pendanaan pemerintahan dipulihkan.