Senjata di Lokasi Ledakan SMAN 72 Ternyata Mainan

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 10x dilihat
Senjata di Lokasi Ledakan SMAN 72 Ternyata Mainan

Polda Metro Jaya Pastikan Benda yang Ditemukan Bukan Senjata Api Asli

Polda Metro Jaya telah memastikan bahwa benda yang ditemukan di lokasi ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara bukan senjata api asli, melainkan mainan berbentuk pistol. Kepastian ini disampaikan setelah polisi melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat, 7 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa temuan tersebut sempat menimbulkan spekulasi di publik karena bentuknya menyerupai senjata api. Namun, setelah diverifikasi oleh tim penyidik, benda itu dipastikan bukan senjata asli.

“Mungkin rekan-rekan sudah melihat foto seperti senjata api dan pistol, itu dipastikan adalah mainan,” kata Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Budi menegaskan, klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kepanikan di masyarakat. Ia meminta publik menunggu hasil penyelidikan lengkap dari tim Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya terkait sumber dan penyebab ledakan.

“Kami belum bisa memastikan penyebab ledakan bom rakitan tersebut. Tim sedang bekerja di lapangan,” ujarnya.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Ledakan

Sebelumnya, polisi menemukan sebuah benda yang diduga senjata api di lokasi ledakan di SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Budi membenarkan adanya benda tersebut, namun belum dapat memastikan apakah berasal dari rakitan atau pabrikan.

“Kita belum bisa memastikan rakitan atau pabrikan, tapi benar ada benda seperti senjata,” ucapnya.

Hingga saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih mendalami peristiwa tersebut untuk mengetahui asal bahan peledak dan motif di balik kejadian. Polisi juga melakukan olah TKP tambahan dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru serta petugas keamanan sekolah.

KPAI Minta Pendampingan Psikologis bagi Siswa

Menanggapi insiden tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar seluruh siswa SMA Negeri 72 Jakarta mendapatkan pendampingan psikologis, baik yang terluka maupun yang menjadi saksi kejadian. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Komisioner KPAI Margaret Aliyatul Maimunah.

“Semua anak, baik yang mengalami luka atau tidak, yang mendengar atau menyaksikan kejadian pasti membutuhkan pendampingan,” ujar Margaret.

Menurutnya, peristiwa ledakan di lingkungan sekolah dapat menimbulkan trauma jangka panjang bagi peserta didik, sehingga intervensi psikologis menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan.

KPAI merekomendasikan agar penanganan trauma dilakukan oleh psikolog tersertifikasi dan melibatkan lembaga berkompeten, seperti Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta tenaga psikologis kepolisian.

“Kami berharap penanganan ini dilakukan lintas instansi agar efektif dan cepat, karena anak-anak memerlukan rasa aman untuk bisa belajar kembali,” tambah Margaret.

Rehabilitasi Sekolah Akan Dipercepat

Selain penanganan psikologis, Margaret juga menyambut baik langkah Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat yang berencana mempercepat proses rehabilitasi fasilitas sekolah. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan kegiatan belajar mengajar dalam waktu dekat.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap situasi di SMA Negeri 72 Jakarta Utara segera pulih, dan para siswa dapat kembali beraktivitas tanpa rasa takut pasca peristiwa ledakan tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan