Persiapan Sensus Ekonomi 2026 Di Tarakan Mulai Dilakukan
Persiapan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), mulai berjalan serius. Pada Rabu (10/12/2025), dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pihak penting seperti Bank Indonesia, BPS, Kadin, Apindo, serta asosiasi pelaku usaha, di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan.
Ibnu Saud menekankan bahwa Sensus Ekonomi bukan hanya sekadar kegiatan rutinitas statistik. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta evaluasi program oleh pemerintah maupun sektor swasta," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sensus bergantung pada keterlibatan semua pihak. Pemkot Tarakan berkomitmen penuh mendukung proses ini, mulai dari persiapan hingga pemanfaatan hasil. Dukungan itu diwujudkan melalui koordinasi antar-perangkat daerah, sosialisasi, dan dorongan kepada pelaku usaha agar berpartisipasi aktif.
"Kami berharap data yang diberikan benar-benar akurat dan sesuai kondisi lapangan," tegasnya, sembari mengajak pelaku usaha untuk jujur dan terbuka.
Persiapan Sensus Ekonomi Sudah Dimulai Sejak 2024
Kepala Badan Pusat Statistik Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan bahwa persiapan Sensus Ekonomi sudah dimulai sejak 2024. Instrumen pertanyaan telah diuji coba, dan di akhir 2025 ditargetkan geladi bersih agar siap digunakan.
Di tingkat daerah, fokus utama adalah kolaborasi dengan asosiasi usaha agar cakupan data benar-benar menyeluruh.
"Ini penting agar coverage. Kita bicara coverage karena salah satu kunci kualitas sensus itu adalah bicara coverage atau ruang lingkup. Bisa mengkaver semuanya apa enggak. Takut nanti ada kegiatan-kegiatan usaha yang tidak tercatat," jelasnya.
Umar menekankan bahwa metode door-to-door akan digunakan untuk menjangkau unit usaha yang tak kasat mata, terutama bisnis berbasis marketplace yang sering tersembunyi di rumah.
"Mengingat bahwa sekarang kan banyak unit usaha yang tidak kasat mata. Dia mainnya di marketplace. Dan itu di rumah kadang tidak begitu kelihatan. Padahal omzetnya besar. Oleh karena itu, pilihan door to door itu dilakukan ketimbang misalnya menggunakan snowball," tutupnya.