Sentimen daya beli memengaruhi rekomendasi saham ritel

admin.aiotrade 28 Des 2025 3 menit 28x dilihat
Sentimen daya beli memengaruhi rekomendasi saham ritel


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

Emiten sektor ritel menghadapi tantangan dalam hal daya beli konsumen pada tahun 2025. Namun, belanja pemerintah diharapkan menjadi katalis pendorong permintaan secara bertahap pada tahun 2026. Dalam situasi ini, sejumlah analis memberikan rekomendasi terkait saham emiten ritel. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai rekomendasi tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

AMRT melaporkan hasil kuartal ketiga tahun 2025 yang tidak memuaskan. Laba bersih kuartal III – 2025 tercatat sebesar Rp 431 miliar, turun 29% secara year on year (yoy). Laba bersih sembilan bulan pertama tahun 2025 tercatat sebesar Rp 2,3 triliun, turun 3,5% yoy.

Perusahaan ini secara struktural diuntungkan dari peningkatan pangsa pasar dari perdagangan umum (GT) dan peningkatan pangsa pasar dari format toko yang lebih besar dalam saluran perdagangan modern. Peningkatan ini memungkinkan AMRT untuk memberikan pertumbuhan pendapatan dua digit yang berkelanjutan, yang didukung oleh penambahan toko dan juga pertumbuhan organik yang sebanding. Dengan skala yang lebih besar, AMRT diperkirakan akan memiliki daya tawar yang lebih kuat dengan pemasok dan memberikan pengungkit operasional pada laba bersih.

Rekomendasi: Overweight
Target harga: Rp 2.820
Analisis: Benny Kurniawan, JP Morgan Sekuritas dalam risetnya pada 2 November 2025

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)

ACES melaporkan penjualan indikatif Oktober sebesar Rp 681 miliar, sehingga meningkatkan penjualan sepuluh bulan 2025 menjadi Rp 7 triliun. Kinerja SSSG tetap lemah menurun 3,6% yoy, dengan wilayah Jawa di luar Jakarta menurun 4,9% yoy, yang terus membebani kinerja toko secara keseluruhan. Momentum penjualan ACES diperkirakan akan menguat dalam dua bulan terakhir, pengeluaran diskresioner yang lebih kuat, dan peluncuran 10 toko baru.

ACES memperkenalkan NEKA tahun ini untuk menembus segmen pendapatan menengah ke bawah melalui format toko yang lebih kecil dan efisien, beroperasi di lahan kurang dari 700 meter persegi dengan kurang dari 10 karyawan per gerai. NEKA diyakini sebagai perluasan logis dari strategi multi-format ACES, yang memungkinkan perluasan pangsa pasar dengan biaya modal yang lebih rendah, penetrasi lingkungan dengan kepadatan tinggi, dan kemampuan untuk menghasilkan margin laba kotor (GPM) yang serupa dengan AZKO meskipun ukuran keranjang belanja rata-rata lebih rendah.

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 620
Analisis: Christofer Kojongian, Sucor Sekuritas dalam risetnya pada 4 Desember 2025

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

Sepanjang Januari – September 2025, MAPI membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 8,8% yoy menjadi Rp 30,0 triliun. Laba kotor meningkat dari Rp 11,8 triliun menjadi Rp 12,7 triliun, sementara laba usaha tercatat sebesar Rp2,5 triliun. EBITDA mencapai Rp 3,4 triliun, dan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun.

MAPI terus berupaya menyeimbangkan pertumbuhan dan profitabilitas, dengan memastikan setiap inisiatif berkontribusi pada terbentuknya MAPI yang lebih tangguh. Dengan pelaksanaan strategi yang disiplin dan kepercayaan dari pelanggan dan mitra, MAPI tetap berkomitmen untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini bertujuan untuk mempersiapkan perusahaan membangun fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang.

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.800
Analisis: Jessica Leonardy, OCBC Sekuritas

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

MIDI mengantongi laba bersih Rp 590,72 miliar per kuartal III – 2025, naik 26,53% secara yoy. MIDI juga membukukan pendapatan sebesar Rp 15,27 triliun, naik 4% yoy. Ke depan, Alfamidi akan terus memperkuat berbagai inisiatif meningkatkan kualitas pelayanan, diferensiasi produk fresh, optimalisasi layanan Midi Kriing dan toko yang nyaman bagi konsumen.

Ekspansi fiskal pemerintah pada tahun 2026 diperkirakan akan menjadi pendorong yang signifikan bagi konsumsi secara keseluruhan, termasuk sektor ritel, yang kinerjanya kurang baik selama setahun terakhir di tengah sentimen konsumen yang lemah dan tekanan biaya yang terus-menerus. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan pengeluaran seharusnya menghasilkan arus pendapatan yang lebih kuat bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah, yang merupakan basis pelanggan utama bagi sebagian besar peritel.

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 550
Analisis: Christy Halim, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada 19 Desember 2025

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan