Sentimen Nilai Tukar Pengaruhi Saham Kalbe Farma, Ini Rekomendasinya

admin.aiotrade 06 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Sentimen Nilai Tukar Pengaruhi Saham Kalbe Farma, Ini Rekomendasinya


aiotrade.app.CO.ID – JAKARTA

Pada semester pertama tahun 2025, emiten industri farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan kinerja yang positif. Namun, beberapa faktor seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan daya beli masyarakat tetap menjadi tantangan yang perlu diperhatikan hingga akhir tahun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penjualan KLBF pada semester I-2025 mencapai Rp 17,1 triliun, meningkat sebesar 4,6% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh segmen farmasi, distribusi, dan kesehatan konsumen. Sementara itu, segmen nutrisi mengalami tekanan yang signifikan.

Laba bersih KLBF pada semester pertama 2025 tercatat sebesar Rp1,97 triliun, naik 9,4% YoY. Kenaikan ini didukung oleh ekspansi margin laba serta kontribusi yang lebih tinggi dari pos-pos non-operasional.

Vita Lestari, Analis Sinarmas Sekuritas, menjelaskan bahwa pertumbuhan segmen farmasi KLBF dipimpin oleh obat generik tanpa merek. Sementara itu, obat generik bermerek masih mengalami penurunan permintaan.

Segmen farmasi mencatat pertumbuhan 6,0% YoY di kuartal II-2025, sehingga pendapatan semester I-2025 mencapai Rp4,9 triliun (naik 9,4% YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan permintaan untuk produk khusus, volume obat generik tanpa merek yang kuat, serta ekspansi e-katalog yang berkelanjutan.

“Secara spesifik, obat generik tanpa merek naik 18% YoY, produk berlisensi tumbuh 16% YoY, sementara obat generik bermerek hanya mencatatkan pertumbuhan moderat sebesar 2% YoY di semester pertama 2025,” ujar Vita Lestari dalam risetnya pada 19 September 2025.

Menurutnya, KLBF tetap fokus pada peningkatan kategori khusus melalui inovasi dan komersialisasi portofolio, didukung oleh manufaktur lokal dan momentum yang stabil di kanal e-katalog.

“Kami memandang investasi berkelanjutan KLBF dalam produk biologis (termasuk insulin dan terapi sel) serta perluasan portofolio vaksinnya sebagai langkah positif untuk memperkuat daya saing jangka panjang,” tambah Vita.

Muhammad Heru, Analis Phintraco Sekuritas, mencatat bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) industri kimia, farmasi, dan obat tradisional melanjutkan tren positifnya pada kuartal II-2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri ini mencapai 11,60% YoY pada kuartal II-2025.

KLBF Chart
by TradingView

Selain itu, Indeks Manajer Pembelian (PMI) industri kimia, farmasi, dan obat tradisional berada di angka 50,31 pada triwulan II-2025, tetap berada di zona ekspansif sejak kuartal IV-2023.

“Kami menilai industri ini masih memiliki ruang untuk tumbuh di masa mendatang, mengingat industri ini memiliki posisi krusial dalam perekonomian, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai Rp 108,6 triliun pada kuartal II-2025,” ujar Heru dalam risetnya pada 4 September 2025.

Menurutnya, KLBF terus berinovasi dan berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang. Tahun lalu, KLBF telah menjalankan berbagai inisiatif, seperti peresmian pabrik radiofarmasi yang memproduksi Fluorodeoksiglukosa (FGD) untuk deteksi dini kanker, menjalin kemitraan strategis dengan GE HealthCare untuk membangun fasilitas produksi CT-SCAN pertama di Indonesia, dan membangun usaha patungan dengan Livzon Pharmaceutical Group Inc. dari Tiongkok untuk memproduksi bahan aktif farmasi (API).

Sementara itu, dari segmen kesehatan konsumen dan nutrisi, KLBF terus berinovasi dengan menghadirkan produk-produk yang terjangkau dan praktis. “Kami menilai bahwa berbagai inisiatif yang dijalankan memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan bisnis KLBF di masa mendatang,” kata Heru.

Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memproyeksikan Perseroan akan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 5,4% secara tahunan pada tahun 2025, ditopang dari pertumbuhan segmen distribusi dan segment preskripsi. Dengan pertumbuhan laba bersih naik 8% secara tahunan pada tahun 2025.

Namun, Harry menyoroti sentimen yang perlu diperhatikan untuk mencermati kinerja KLBF hingga akhir tahun adalah sentimen nilai tukar rupiah dan daya beli masyarakat.

“Elevated USD yang akan berdampak pada biaya bahan baku perseroan, serta pelemahan daya beli masyarakat yang dapat membebani penjualan FMCG Perseroan,” ujar Harry kepada aiotrade.app, Senin (6/10).

Meski begitu, Harry melihat KLBF yang mendirikan usaha patungan dengan Livzon Pharmaceutical Group Inc. dari Tiongkok berdampak terhadap kinerja Perseroan. Yakni dapat berdampak positif pada pabrik bahan aktif farmasi (API) Perseroan dan bisa mengurangi sebagian ketergantungan bahan baku perseroan terhadap US dollar.

Vita memproyeksikan pendapatan dan laba bersih KLBF tahun 2025 masing-masing sebesar Rp 34,14 triliun dan Rp 3,58 triliun. Adapun pada tahun 2024 KLBF membukukan pendapatan Rp 32,62 triliun dan laba bersih Rp 3,24 triliun.

Vita, Heru, dan Harry merekomendasikan Buy saham KLBF dengan target harga masing-masing Rp 1.450 per saham, Rp 1.640 per saham, dan Rp 1.600 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan