
Saham BRPT Meroket, Ternyata Ini Rahasia di Balik Kenaikan Fantastisnya
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu bintang terang di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Harga saham yang sebelumnya relatif stabil kini mengalami lonjakan signifikan, menarik perhatian investor dan analis pasar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini, Jumat, 3 Oktober 2025, saham BRPT berhasil ditutup pada level harga Rp 3.850 per lembar. Angka ini mencerminkan optimisme pasar terhadap strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.
Kenaikan 80% dalam Sebulan dengan Transaksi Triliunan
Kenaikan harga saham BRPT dalam sebulan terakhir sangat luar biasa. Dari data perdagangan 50 hari terakhir, terlihat bahwa pergerakannya sangat impresif. Pada awal September 2025, saham BRPT masih diperdagangkan di kisaran Rp 2.100-an. Selama bulan September, harga saham mengalami lonjakan eksplosif, melewati level Rp 3.000 dengan volume transaksi harian yang sangat besar.
Puncaknya, pada suatu hari, volume transaksi harian saham BRPT sempat mencapai Rp 1,6 triliun. Hal ini menjadikan BRPT sebagai salah satu saham paling likuid dan sering dibicarakan di kalangan investor.
Bukan Sekadar Holding Biasa, Ini 'Harta Karun' di Dalamnya
Kekuatan utama yang mendorong harga saham BRPT bukanlah bisnisnya sendiri, melainkan posisinya sebagai induk dari beberapa emiten raksasa yang menjadi motor penggerak utama valuasinya. Berikut adalah beberapa anak usaha BRPT:
-
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN):
Aset mahkota BRPT saat ini. BRPT menguasai 64,67% saham perusahaan energi panas bumi (geothermal) dengan kapitalisasi pasar raksasa. -
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA):
BRPT memiliki kepemilikan strategis sebesar 34,63% di raksasa petrokimia terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia ini.
Dengan membeli saham BRPT, investor secara tidak langsung ikut memiliki sebagian kecil dari BREN dan TPIA. Inilah yang disebut "Holding Discount", di mana harga saham induk seringkali menjadi cara yang lebih murah untuk terekspos pada kinerja anak-anak usahanya yang gemilang.
Kendali Penuh di Tangan Prajogo Pangestu
Di balik semua strategi ini, ada satu nama sentral: Prajogo Pangestu. Sebagai Komisaris Utama, ia secara pribadi menguasai 71,36% saham BRPT. Kendali mutlak ini memastikan bahwa semua visi bisnis, mulai dari ekspansi energi hijau di BREN hingga pengembangan industri petrokimia di TPIA, berjalan sesuai arahannya.
Putranya, Agus Salim Pangestu, juga menjabat sebagai Direktur Utama, memperkuat cengkeraman keluarga di level operasional. Kombinasi antara aset-aset premium di sektor energi dan petrokimia, ditambah kendali penuh dari seorang visioner seperti Prajogo Pangestu, menjadi resep utama yang memicu reli fantastis saham BRPT belakangan ini.