
JAKARTA, aiotrade
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung dalam proses penyerahan uang sebesar Rp 13 triliun yang berasal dari hasil sitaan kasus korupsi terkait ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Proses penyerahan uang tersebut berlangsung di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (20/10/2025), dihadapan Presiden Prabowo. Uang sitaan ini diserahkan oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Lobi utama gedung Kejaksaan Agung menjadi tempat penyaksian penyerahan uang sitaan yang mencapai total Rp 13 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 2,4 triliun kembali ke negara.
Karena jumlah uang yang sangat besar, lobi kantor Kejagung tidak mampu menampung seluruhnya. Akibatnya, hanya sebagian kecil dari uang tersebut yang ditampilkan untuk dilihat oleh para pejabat dan tamu undangan.
Gunungan uang 2 meter
Dalam pantauan aiotrade di lokasi, tumpukan "gunung uang" hasil sitaan korupsi ekspor CPO dipajang di lobi utama kantor Kejagung. Uang pecahan Rp 100.000 tersebut ditumpuk tinggi hingga mencapai ketinggian sekitar dua meter dan memenuhi isi ruangan.
Prabowo sempat berbincang dengan Jaksa Agung serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan pejabat lainnya di dekat tumpukan uang tersebut.
Pada salah satu bagian tumpukan uang tersebut juga terdapat tulisan nominal uang yang mencapai Rp 13.255.244.538.149 atau sekitar Rp 13 triliun.
"Tidak mungkin kami hadirkan semua, kalau Rp 13 triliun kami mungkin tempatnya yang tidak memungkinkan. Jadi ini sekitar Rp 2,3 triliun," ujar ST Burhanuddin.
Total kerugian perekonomian negara dari kasus ini adalah sebesar Rp 17 triliun. Namun, hari ini baru diserahkan sebesar sekitar Rp 13 triliun karena sisanya diminta pihak berkasus yang meminta penundaan.
Tanda baik satu tahun pemerintahan
Prabowo menyatakan bahwa kembalinya uang sebesar Rp 13 triliun ke tangan negara merupakan tanda-tanda baik karena dilakukan tepat satu tahun pemerintahannya.
"Kebetulan ini pas satu tahun saya dilantik sebagai Presiden. Jadi, saya merasa ini istilahnya tanda-tanda baik," kata Prabowo dalam pidatonya.
"Di hari satu tahun, saya menyaksikan pemerintah Indonesia, Kejaksaan sebagai bagian dari Pemerintah Indonesia memperlihatkan dan membuktikan kepada rakyat kerja keras, kerja yang gigih yang berani sehingga bisa membantu negara menyelamatkan kekayaan," ujar dia melanjutkan.
Prabowo mengajak semua pihak berjuang bersama untuk menyelamatkan semua aset dan kekayaan bangsa Indonesia.
"Bangsa Indonesia sangat kaya. Kalau kita bisa kelola dengan baik, kalau kita punya keberanian untuk kelola dengan baik, Indonesia akan cepat bangkit. Saya percaya itu, saya yakin itu," kata Prabowo.
Perbaiki sekolah
Menurut Prabowo, jika tidak dikorupsi, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk memperbaiki 8.000 sekolah atau membangun sekitar 600 desa nelayan yang berdampak pada membaiknya perekonomian lima juta orang.
Prabowo berencana pemerintah akan mendirikan 1.100 desa nelayan dengan anggaran tiap desa Rp 22 miliar hingga akhir 2026.
"Rp 13 triliun ini kita bisa memperbaiki renovasi 8.000 sekolah lebih, 8.000 lebih sekolah. Rencananya sampai akhir 2026, kita akan dirikan 1.100 desa nelayan. Tiap desa itu anggarannya Rp 22 miliar. Jadi Rp 13 triliun ini berarti kita bisa membangun 600 kampung nelayan," kata Prabowo.
Terkait jumlah uang yang telah berhasil disita terkait kasus korupsi CPO ini, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan Agung.
"Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua jajaran, terutama Kejaksaan Agung yang telah dengan gigih bekerja keras untuk bertindak melawan korupsi dan manipulasi penyelewengan," ujar dia.