Sepak Bola Asia Kacau, Jepang Akan Tinggalkan AFC dan Bentuk Federasi Baru?

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 10x dilihat
Sepak Bola Asia Kacau, Jepang Akan Tinggalkan AFC dan Bentuk Federasi Baru?

Perubahan Besar dalam Sepak Bola Asia

Dunia sepak bola Asia kini dihadapkan pada isu yang cukup mengejutkan. Jepang, salah satu negara terkuat di kawasan ini, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Keputusan ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap cara organisasi tertinggi sepak bola Asia tersebut dijalankan, terutama dalam hal keadilan kompetisi dan pengaruh politik di tubuh AFC.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut laporan media Irak, UTV, Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) sedang menimbang untuk meninggalkan AFC dan memimpin pembentukan sebuah konfederasi baru yang dinamai “Federasi Asia Timur”, bersama beberapa negara Asia Timur lainnya. Kabar ini pertama kali mencuat melalui media Football Tribe Jepang.

“Jepang sedang bergerak untuk mundur dari AFC dan mendirikan Federasi Asia Timur,” tulis laporan UTV yang dikutip Football Tribe. “Mereka menentang praktik-praktik yang dianggap manipulatif dan berbau korupsi, yang dinilai dikendalikan oleh pendanaan dari Qatar. Kepercayaan terhadap AFC kini mulai memudar.”

Ketegangan Muncul Setelah Insiden ACL

Ketegangan antara JFA dan AFC memuncak setelah insiden yang melibatkan Vissel Kobe di ajang AFC Champions League (ACL) Elite 2024/2025. Klub asal Jepang itu merasa dirugikan setelah AFC membatalkan hasil laga mereka melawan Shandong FC, yang mundur di tengah kompetisi.

Meski Vissel Kobe sempat menang 2-1, posisi klub ini turun dari peringkat tiga ke lima. Ironisnya, denda 10.000 dolar AS tetap dijatuhkan karena keributan antara staf dan pemain dalam laga yang sama. Keputusan ini memicu kritik luas di Jepang, dengan tudingan bahwa AFC menerapkan standar ganda terhadap klub-klub Jepang.

Dampak pada Tim Nasional

Tidak hanya klub, JFA juga menyoroti dampak sistem kompetisi AFC terhadap tim nasional Jepang. Pemain yang berkarier di Eropa, seperti Takefusa Kubo (Real Sociedad), harus menempuh perjalanan panjang setiap kali dipanggil pada FIFA Matchday. Kondisi ini dinilai menurunkan kebugaran pemain dan mengganggu performa tim nasional di ajang internasional.

Football Tribe menekankan bahwa dorongan Jepang untuk mendirikan federasi baru muncul dari keinginan mendesak untuk meninjau ulang struktur kompetisi AFC, termasuk pembagian zona kualifikasi Piala Dunia dan turnamen resmi lainnya.

Pengaruh Qatar di AFC

Dengan meningkatnya pengaruh Qatar di AFC dan dugaan praktik manipulatif yang tidak jarang berpihak kepada negara-negara Teluk, langkah Jepang ini bisa menjadi titik balik besar bagi wajah sepak bola Asia. Apakah langkah Jepang akan memicu gelombang negara lain untuk ikut membentuk Federasi Asia Timur? Dunia sepak bola kini tengah menunggu jawaban dari Negeri Sakura.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan