Serikat Pekerja Boeing Setujui Kontrak, Akhiri Mogok 101 Hari

admin.aiotrade 15 Nov 2025 2 menit 33x dilihat
Serikat Pekerja Boeing Setujui Kontrak, Akhiri Mogok 101 Hari

Kesepakatan Kerja Baru Mengakhiri Mogok Kerja di Boeing St. Louis

Sejumlah besar pekerja Boeing di wilayah St. Louis telah menyetujui kontrak kerja baru pada hari Kamis (13/11/2025), yang mengakhiri mogok kerja selama 101 hari. Kesepakatan ini menjadi titik akhir dari aksi mogok yang telah memengaruhi produksi jet tempur dan program penting lainnya.

Mogok kerja yang dimulai pada Agustus 2025 dilakukan oleh anggota serikat pekerja International Association of Machinists and Aerospace Workers District 837, yang bertugas merakit pesawat tempur F-15EX, F/A-18, T-7, serta bagian sayap untuk pesawat komersial 777X. Aksi mogok ini menyebabkan keterlambatan pengiriman F-15EX kepada Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Persetujuan Kontrak yang Mengakhiri Mogok

Pekerja Boeing di St. Louis memberikan 68 persen suara yang mendukung dan 32 persen suara yang menolak kontrak lima tahun perusahaan Boeing. Kesepakatan ini mencakup kenaikan upah sebesar 24 persen selama lima tahun serta bonus tanda tangan sebesar 6 ribu dolar AS (Rp100,2 juta). Namun, beberapa tunjangan seperti unit saham terbatas dan bonus retensi dihapuskan untuk mengganti kenaikan tunai di muka.

"Anggota menyadari bahwa tidak peduli berapa lama kami mogok, kami tidak akan mendapatkan banyak tambahan dari kontrak ini," ujar seorang pekerja serikat.

Dampak Mogok Terhadap Produksi Pesawat Tempur

Mogok yang dimulai pada Agustus 2025 mengganggu produksi dan pengiriman pesawat tempur F-15EX ke Angkatan Udara AS, menyebabkan keterlambatan sekitar sembilan bulan dibanding jadwal awal. Selain itu, produksi pesawat dan komponen lain seperti F/A-18 dan bagian sayap 777X juga terhambat.

Boeing mengakui dampak finansial terhadap segmen pertahanan relatif kecil, namun pengiriman dan jadwal produksi mengalami gangguan signifikan. CEO Boeing Defense, Space & Security, Steve Parker, menyatakan perusahaan telah mengambil langkah antisipasi selama mogok berlangsung.

Reaksi Serikat Pekerja serta Perusahaan

Negosiasi kontrak sempat terhenti pada September 2025 setelah tawaran awal perusahaan ditolak oleh serikat. Tekanan dari anggota kongres dan serikat akhirnya memotivasi pembicaraan kembali pada akhir Oktober 2025 yang berujung pada kesepakatan final pada awal November 2025.

Steve Parker menulis dalam surat kepada pekerja bahwa perubahan pada kontrak bertujuan untuk menghadirkan lebih banyak tunai langsung dan menghapus pembatasan hari cuti. Serikat pekerja menyatakan meskipun kontrak belum ideal, mereka memilih untuk mengakhiri mogok demi mendukung pelanggan dan mendapat kembali penghasilan.

Penutup

Kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi Boeing dan para pekerjanya, yang telah menghadapi tantangan selama periode mogok yang panjang. Meskipun ada penyesuaian dalam kontrak, kesepakatan ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan