
Tren Ekonomi Indonesia yang Menggembirakan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam setahun pemerintahan Prabowo Subianto menunjukkan tren positif. Negara ini tercatat sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di antara negara G20, hanya kalah dari India dan Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,0 hingga 5,2 persen menjadikan Indonesia berada di posisi ketiga dalam daftar tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kinerja ekonomi yang baik ini menunjukkan bahwa strategi makro, fiskal, dan moneter yang diterapkan berjalan efektif," ujar Sunarsip, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, di Jakarta, Rabu (22/10).
Sunarsip menyatakan bahwa capaian ini patut dibanggakan. Di tengah gejolak ekonomi global dan ketidakpastian, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan di atas 5 persen. Hal ini menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menghadapi tekanan harga komoditas dan perlambatan ekonomi dunia.
APBN Sebagai Katalis Pemerataan Ekonomi
APBN 2026 diarahkan menjadi katalis untuk pemerataan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Penyeimbangan peran fiskal, moneter, dan sektor keuangan menjadi prioritas utama. Menurut Sunarsip, APBN tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan sektor riil, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat serta mempercepat penciptaan lapangan kerja.
"Mesin pertumbuhan fiskal, keuangan, dan investasi harus berjalan selaras agar bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional," jelasnya.
Peran BPI Danantara dalam Investasi Strategis
BPI Danantara dianggap memiliki peran penting dalam menjalankan investasi di tujuh sektor utama, yaitu pangan, energi, air, perumahan, infrastruktur, agromaritim, dan ekonomi hijau. Refocusing investasi Danantara pada tujuh sektor strategis ini akan memberi efek berganda yang besar terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
"Kebijakan ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dan merata," tambah Sunarsip.
Meningkatkan Likuiditas dan Mengurangi Biaya Dana
Selain itu, Sunarsip menyoroti pentingnya memperkuat likuiditas perbankan dan menurunkan biaya dana (cost of fund) agar kredit dan investasi dapat mengalir lebih cepat ke sektor produktif. Ia menilai, kebijakan penempatan dana pemerintah ke bank Himbara akan memperkuat likuiditas dan menekan suku bunga kredit, sehingga konsumsi dan investasi bisa tumbuh lebih tinggi.
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029
Terkait target mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, pemerintah disarankan melakukan beberapa langkah. Antara lain, pelonggaran likuiditas, stabilitas nilai tukar, efektivitas belanja pemerintah, peningkatan PNBP, penguatan BPI Danantara, serta kepastian hukum bagi pelaku investasi.
"Pertumbuhan 8 persen bukan mustahil, asalkan kita konsisten menjaga sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan investasi dengan tata kelola yang baik," pungkas Sunarsip.