Setelah Dapat Dana Rp5,5 T dari BCA, EDGE DC Umumkan Perubahan Brand

admin.aiotrade 09 Des 2025 2 menit 11x dilihat
Setelah Dapat Dana Rp5,5 T dari BCA, EDGE DC Umumkan Perubahan Brand

Perubahan Identitas Digital Edge Indonesia

Digital Edge Indonesia telah mengumumkan rebranding yang menandai perubahan penting dalam identitas perusahaan. Sebelumnya dikenal sebagai EDGE DC, perusahaan kini berubah nama menjadi Digital Edge Indonesia guna memperkuat posisi mereka dalam ekosistem Digital Edge Asia Pasifik. Rebranding ini juga bertujuan untuk mempertahankan keunggulan lokal dan komitmen terhadap layanan pelanggan yang telah menjadi fondasi kesuksesan perusahaan.

"Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia. Rebranding ini memperkuat identitas regional kami dan memastikan kemampuan untuk berkembang dengan standar operasional kelas dunia seiring meningkatnya permintaan infrastruktur digital," ujar CEO Digital Edge, John Freeman, dalam pernyataan resminya, Selasa (9/12/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kapasitas Gabungan 29 Megawatt

Digital Edge Indonesia memiliki kapasitas gabungan sebesar 29 megawatt. Dengan dua fasilitas utama yang dimiliki yaitu EDGE1 dan EDGE2, Digital Edge Indonesia kini memiliki kapasitas gabungan 29MW dan menjadikannya operator pusat data terbesar di pusat kota Jakarta. Kehadiran ini turut mendukung percepatan adopsi cloud dan transformasi digital nasional.

Pendanaan dari BCA

Sejalan dengan rebranding tersebut, Digital Edge Indonesia baru-baru ini juga memperoleh pendanaan sebesar 325 juta dolar AS (sekitar Rp5,5 triliun) dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. Adapun dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur digital baru di Jakarta, refinancing fasilitas yang ada, serta penyelesaian pembangunan EDGE2.

"Investasi ini mencerminkan komitmen Digital Edge terhadap Indonesia sebagai salah satu pasar pusat data dengan pertumbuhan tercepat di Asia," kata Oscar, CEO Digital Edge Indonesia.

Dukungan untuk Transformasi Digital Indonesia

Langkah tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif bagi ekonomi digital Indonesia, termasuk memperkuat ekosistem teknologi nasional, menarik investasi asing, menciptakan lapangan kerja baru, serta memberikan akses infrastruktur kelas dunia bagi UMKM dan perusahaan lokal.

"Kami berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dan berperan aktif dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui layanan pusat data yang andal dan berstandar global," ujar Oscar.

Peran Digital Edge dalam Ekonomi Digital

Digital Edge Indonesia telah membangun reputasi kuat sejak berdiri pada 2018 sebagai EDGE DC, dengan fokus pada kecepatan, keandalan, dan keunggulan operasional. Perusahaan melayani berbagai sektor, termasuk cloud, layanan keuangan, hyperscale, enterprise, dan jaringan. Dengan identitas baru, Digital Edge Indonesia menegaskan posisi sebagai pemimpin infrastruktur digital yang siap menghadapi masa depan, dengan integrasi penuh ke dalam jaringan regional dan menerapkan standar global di bidang teknik, operasional, serta layanan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan