PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) telah mengumumkan fokus utamanya pada produksi bisnis hulu untuk memenuhi kebutuhan industri energi hijau setelah akuisisi oleh POSCO International. Direktur Utama SGRO, Budi Setiawan Halim, menjelaskan bahwa perusahaan akan tetap berfokus pada bisnis hulu kelapa sawit.
Namun, setelah akuisisi, SGRO akan menggandeng pemegang saham baru mereka, AGPA-POSCO, yang akan masuk ke sisi hilir. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat posisi SGRO dalam industri energi terbarukan (renewable energy).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Alasan kenapa POSCO masuk ke Sampoerna Agro adalah karena potensi sinergi tersebut," ujar Budi dalam Public Expose SGRO, Kamis (18/12/2025).
Sebelumnya, melalui Twinwood Family Holdings Limited, Grup Sampoerna menjual seluruh kepemilikan saham mereka pada SGRO sebesar 1,19 juta saham atau 65,72%. Twinwood Family melepas SGRO kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International Corporation (POSCO International). Nilai total pengambilalihan mencapai Rp 9,4 triliun atau Rp 7.903 per saham.
Budi menuturkan bahwa sebelumnya SGRO sempat berencana untuk masuk ke bisnis hilir. Namun, dengan produksi rata-rata antara 350.000 hingga 400.000 ton dan permintaan minyak sawit dari sisi hilir yang masih tinggi, SGRO memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana tersebut.
Selain itu, tingkat utilisasi pabrik minyak sawit secara umum masih berkisar antara 65% hingga 70%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada permintaan besar atas minyak sawit dari sisi hulu.
"Meskipun margin di bisnis hulu bagus, risiko dan pengelolaan bisnis lebih kompleks dibandingkan sisi hilir," tambah Budi.
Dalam kuartal III 2025, SGRO mencatat penjualan sebesar Rp 4,61 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan penjualan kuartal III 2024 yang sebesar Rp 3,37 triliun. Laba bersih juga meningkat dari Rp 367,89 miliar pada kuartal III 2024 menjadi Rp 1 triliun pada kuartal III 2025.
SGRO Chart
by TradingView