
YOGYAKARTA, aiotrade
Saat matahari mulai terbenam di ufuk barat, anak-anak dari kawasan Ledhok Tukangan mulai berkumpul di Jembatan Kewek. Tempat ini kini berubah menjadi area bermain yang digemari oleh para pengunjung.
Jembatan yang memiliki usia 100 tahun ini ditutup oleh Pemkot Yogyakarta pada 10 Desember 2025. Meskipun demikian, anak-anak tetap memanfaatkannya sebagai tempat bersenang-senang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Suasana ceria terlihat jelas saat anak-anak bermain bola dan bersepeda di sekitar area tersebut. Suhu yang lebih sejuk dan angin yang sepoi-sepoi membuat mereka betah berada di sana.
Salah satu anak yang sedang bermain, Aldo, menjelaskan alasan ia dan teman-temannya bermain di jembatan itu. “Karena jembatan ditutup,” katanya ketika ditanya mengenai aktivitasnya.
Ia juga menambahkan, “Rumah di bawah, sepedaan sama bermain bola.” Aldo mengelap keringat di wajahnya sambil tertawa.
Rina, seorang ibu dari anak-anak yang bermain, menyampaikan kekhawatirannya terhadap keselamatan anak-anak. Ia selalu memperingatkan anak-anak untuk tidak bermain di pinggir jembatan.
“Harus tetap jagain anak-anak, jangan sampai jatuh,” ujarnya dengan nada khawatir.
Ia juga merasa senang melihat anak-anak bisa memanfaatkan ruang bermain yang ada, meskipun tempat tinggal mereka tidak memiliki lahan luas untuk bermain.
“Mainnya sore, kalau siang nggak main karena panas,” kata Rina. Ia menambahkan bahwa beberapa anak bahkan bermain hingga malam hari.
Jembatan Kewek Akan Dibangun Ulang
Jembatan Kewek yang sudah berusia satu abad ini direncanakan untuk dibongkar dan dibangun ulang pada April 2026. Proyek pembangunan ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 19 miliar dan akan berlangsung selama sembilan bulan.
Umi Akhsanti, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan baru akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Dibongkar, terus nanti kita bangun yang baru di tahun 2026, tapi nanti yang membangun dari Kementerian PU,” ujar Umi pada Selasa (10/12/2025).
Jembatan Kewek Masuk Kawasan Cagar Budaya
Meskipun Jembatan Kewek mendesak untuk diperbaiki karena usianya yang sudah mencapai 100 tahun, jembatan ini belum termasuk dalam kategori cagar budaya.
Namun, jembatan ini termasuk dalam kawasan cagar budaya (KCB) Keraton Yogyakarta dan KCB Kotabaru.
Susilo Munandar, Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, menegaskan bahwa Jembatan Kewek belum terdaftar sebagai cagar budaya.
“Mboten (tidak) kami sudah mencari di data kami. Di kota kan ada SK menteri, SK gubernur, dan SK walikota. Kami cari dari 43 cagar budaya Jogja, itu belum ada,” jelas Susilo saat dihubungi pada Rabu (26/11/2025).
Ia menambahkan bahwa sejak dirinya bertugas di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta pada 2018 lalu, belum pernah dilakukan kajian cagar budaya pada Jembatan Kewek karena obyek tersebut belum didaftarkan.
Dengan demikian, rencana pembangunan ulang Jembatan Kewek akan melalui proses kajian yang ketat, mengingat posisinya yang strategis sebagai penghubung Kotabaru dengan Malioboro.