Shell Persiapkan Kembali Proyek Hulu Migas RI, Evaluasi Lima Wilayah Kerja

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 13x dilihat
Shell Persiapkan Kembali Proyek Hulu Migas RI, Evaluasi Lima Wilayah Kerja


Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan bahwa perusahaan minyak global, Shell, akan kembali masuk ke sektor hulu migas di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kerja sama antara Shell dan perusahaan migas asal Kuwait, Kufpec, dalam melakukan studi bersama (joint study) di beberapa wilayah kerja (WK) migas di Indonesia.

“Shell sudah melakukan joint study dengan Kufpec dengan rasio 50:50. Mereka juga telah mengajukan proposal ke Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas),” ujar Djoko saat ditemui di DPR, Jakarta, Selasa (11/11).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Djoko, Shell akan melakukan studi bersama di lima WK. Meskipun dia tidak menyebutkan secara spesifik WK mana saja yang akan menjadi objek studi, namun diketahui bahwa dua di antaranya berada di lepas pantai (offshore) dan tiga lainnya di daratan (onshore). “Saat ini sedang dievaluasi oleh Ditjen Migas,” tambahnya.

Sebelumnya, komunikasi antara pemerintah dengan sejumlah perusahaan migas global yang sebelumnya meninggalkan Indonesia kembali terjalin. Pemerintah menyatakan bahwa beberapa perusahaan migas dunia, seperti Chevron, Shell, dan TotalEnergies, menunjukkan minat untuk berinvestasi kembali di Indonesia.

Nanang Abdul Manaf, Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas, menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mulai menyatakan minatnya sejak tahun ini.

“Mereka baru menyampaikan keinginan mereka dan banyak bertanya kepada SKK Migas,” kata Nanang saat ditemui di sela-sela acara IPA Convex 2025, Banten, Kamis (23/5).

Nanang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala SKK Migas, menjelaskan bahwa tujuan perusahaan-perusahaan besar ini adalah untuk memperoleh temuan atau potensi migas berukuran besar (giant discovery).

Selain itu, perusahaan-perusahaan ini juga ingin beradu portofolio antar sesama pemain besar. Hal ini karena Shell, Chevron, dan TotalEnergies memiliki banyak konsesi di berbagai wilayah, mulai dari Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan, hingga Amerika Utara.

“Jika prospeknya kecil, mereka akan kalah dengan portofolio yang ada di negara lain. Oleh karena itu, saat ini mereka sedang mencari potensi temuan besar,” ujarnya.

Nanang menambahkan bahwa wilayah Indonesia Timur dinilai memiliki potensi untuk menemukan blok besar. Namun, ia mengakui bahwa wilayah ini memiliki risiko yang lebih tinggi karena keterbatasan data.

“Peluang untuk mendapatkan cadangan besar biasanya berada di daerah frontier atau terluar,” jelasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan