Shell Siap Kembali Berinvestasi di Hulu Migas RI, Bergabung dengan KUFPEC

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Shell Siap Kembali Berinvestasi di Hulu Migas RI, Bergabung dengan KUFPEC


Perusahaan minyak ternama, Shell, kembali menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam sektor hulu migas di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang menyatakan bahwa Shell telah sepakat untuk bergabung dengan perusahaan migas asal Kuwait, Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC).

Menurut Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Shell dan KUFPEC akan bekerja sama dengan rasio 50-50. "Mereka sudah sepakat untuk bekerja sama," ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, Shell juga telah mengajukan proposal kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM untuk mengelola setidaknya lima blok migas. Blok-blok tersebut terdiri dari dua di laut (offshore) dan tiga di darat (onshore), meskipun lokasi pastinya belum diungkapkan. "Saya lupa namanya, tapi sedang dievaluasi oleh Dirjen Migas," tambah Djoko.

Berdasarkan data resmi, KUFPEC saat ini memiliki dua proyek migas lepas pantai di Indonesia, yaitu Natuna Sea Block A, blok Eksplorasi Anambas, serta lisensi eksplorasi Ephindo. Selain itu, KUFPEC juga melakukan studi bersama di Blok Natuna D-Alpha, yang sebelumnya kurang diminati investor.


Di sisi lain, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, tidak memberikan komentar terlalu banyak mengenai rencana Shell bergabung dengan KUFPEC di Indonesia. Ia hanya menyebutkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan lelang penawaran blok migas pada Desember 2025 mendatang.

"Kalau masalah hulu nanti ya kita bahas. Soalnya kami juga sedang menyiapkan untuk bulan Desember kan nanti akan ada lelang-lelang," kata Laode.

Sebelumnya, SKK Migas mencatat bahwa perusahaan besar seperti Chevron dan Shell, yang sebelumnya menarik investasinya di Indonesia, mulai kembali melihat peluang di sektor hulu migas.

"Tentunya KKKS itu adalah minta buka open room ke pemerintah melalui SKK. Di luar Chevron, Shell sama lain-lain. Total nanti ada," jelas Djoko dalam konferensi pers kinerja semester I 2025.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, menambahkan bahwa Shell telah menunjukkan ketertarikan untuk kembali berinvestasi di Indonesia dengan membeli data melalui Migas Data Repository (MDR) senilai USD 30.000.

"Ini dibuktikan dengan Shell membeli data melalui MDR. Jadi dia yang ikutan juga beli USD 30.000 itu sudah memasukkan ke negara untuk melihat-lihat opportunity. Kami ingin mematangkan agar Shell juga bisa berbagi resiko dan nyaman untuk kembali ada di Indonesia," ungkap Rikky.

Shell sebelumnya memutuskan untuk melepaskan 35 persen hak partisipasi di Blok Masela. Saat itu, Shell bermitra dengan Inpex Corporation, perusahaan migas asal Jepang yang merupakan pemegang hak partisipasi terbesar. Hak partisipasi Shell resmi diambil oleh Pertamina dan Petronas pada tahun 2023.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan