
Latar Belakang dan Perjalanan Karier Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara, adalah salah satu tokoh perempuan yang menjabat sebagai kepala daerah. Selain memiliki paras yang menarik, ia juga dikenal karena kinerjanya yang baik selama menjabat sebagai gubernur. Salah satu hal yang membuatnya menjadi sorotan adalah aksinya menyelam ke dasar laut dengan kostum mermaid untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pendidikan dan Awal Kehidupan
Sherly Tjoanda lahir di Ambon pada 12 Agustus 1982 dari pasangan Paulus Tjoanda dan Maria Margaretha Liem. Ia berdarah Tionghoa dan tumbuh besar di berbagai kota seperti Ambon, Surabaya, dan Denpasar. Pendidikan formalnya cukup memadai, dimulai dari Universitas Petra Surabaya dengan jurusan International Business Management. Setelah lulus, ia melanjutkan studi dengan program double degree di Inholland University, Belanda, pada tahun 2004.
Ia menikah dengan Benny Laos pada 2005 dan dikaruniai tiga anak, yaitu Bennet Edbert Laos (2006), Beneisha Edelyn Laos (2007), dan Benedictus Edrick Laos (2009). Di dunia bisnis, Sherly aktif sebagai Direktur PT Bela Group, perusahaan keluarga yang dikelola bersama mendiang suaminya. Ia juga mendirikan dan memimpin Yayasan Bela Peduli, yayasan yang bergerak di bidang sosial, termasuk membantu anak-anak yatim.
Kiprah dalam Organisasi Masyarakat
Sherly Tjoanda terlibat dalam berbagai organisasi masyarakat, antara lain:
- Ketua TP PKK Kabupaten Pulau Morotai (2017–2022)
- Pengurus Perwosi Pusat (2018–2022)
- Ketua Umum Forikan Morotai (2018–2022)
- Bunda PAUD Morotai (2017–2022)
- Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Maluku Utara (2022–2027)
Perjalanan Politik
Sherly Tjoanda terjun ke panggung politik setelah insiden tragis pada 12 Oktober 2024, ketika kapal Bela 72 meledak di Kabupaten Pulau Taliabu dan menewaskan suaminya, Benny Laos, yang saat itu maju sebagai calon gubernur Maluku Utara.
Sebagai bentuk melanjutkan perjuangan mendiang suaminya, Sherly dipinang delapan partai koalisi, Nasdem, PKB, Demokrat, PAN, PPP, Gelora, PSI, dan Partai Buruh, untuk maju bersama Sarbin Sehe di Pilkada 2024. Sherly mengaku keikutsertaannya dalam politik semata demi mewujudkan cita-cita sang suami, yakni pendidikan gratis, layanan kesehatan terjangkau, dan fasilitas publik yang layak bagi masyarakat Maluku Utara.
Hasilnya di luar dugaan. Sosok yang awalnya dikenal sebagai ibu rumah tangga itu berhasil meraih 359.416 suara atau 51,68 persen, mengungguli tiga pasangan lain. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara kemudian menetapkan Sherly dan Sarbin Sehe sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih periode 2025–2030.
Kesimpulan
Sherly Tjoanda telah menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi pemimpin yang efektif dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Dari latar belakang pendidikan yang kuat hingga perjalanan politik yang penuh tantangan, ia telah membuktikan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang, tetapi juga oleh komitmen dan dedikasi terhadap masyarakat.