Menteri Keuangan Purbaya Mengungkap Kebiasaan dan Prinsipnya dalam Berbicara
Menkeu Purbaya hadir sebagai bintang tamu di program 'Orang Penting' yang tayang di Garuda TV. Acara tersebut dipandu oleh Elly Husin, seorang presenter sekaligus Pemimpin Redaksi Garuda TV. Dalam sesi wawancara tersebut, Elly Husin berkesempatan menanyakan berbagai hal kepada Menkeu Purbaya.

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada awal percakapan, Elly Husin memuji Menkeu Purbaya karena kini ia sudah sangat terkenal meski baru saja menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia bertanya, "Baru sebulan kok sudah seterkenal ini sih bapak?" Menkeu Purbaya mengaku tidak tahu mengapa ia begitu dikenal, namun ia berterima kasih kepada teman media yang dianggapnya telah banyak membantu.
"Ya, saya juga nggak tahu, padahal belum ngapa-ngapain. Mungkin teman-teman wartawan banyak yang bantu saya, yaudah nggak papa," ujarnya.
Elly Husin juga sempat menanyakan apakah Menkeu Purbaya memiliki bekingan yang membuatnya begitu berani berbicara di depan publik. Ia bertanya, "Itu bapak ada yang beking memang? Karena dibeking sama Pak Prabowo Waktu itu?"
Dengan jujur, Menkeu Purbaya mengaku bahwa dirinya tidak memiliki bekingan seperti yang kerap dituduhkan orang. Ia menjelaskan bahwa alasan keberaniannya berbicara di depan publik adalah karena ia tidak memiliki agenda politik. Oleh karena itu, ia tidak peduli jika ucapannya bisa memicu gesekan politik.
"Saya hanya bertanggungjawab ke RI 1, yang lain saya nggak peduli. Saya nggak punya ambisi politik. Saya rasa hal-hal yang saya omongin adalah hal yang harus diucapkan ke publik, karena itu adalah norma yang benar," ujar Purbaya.
Ia menilai dirinya berbeda dari pejabat lain yang biasanya takut dengan gesekan politik. Menurutnya, ia lebih fokus pada data, pengalaman, dan pengetahuan ekonomi yang dimilikinya.
"Percaya diri saya, saya mengerti prinsip ekonomi secara benar. Tujuannya kalau saya kan social optimizer bukan profit maximizer. Kalau ekonom seperti saya kan menyejahterakan semuanya, kalau bisnisman kan profit maximizer menguntungkan diri sendiri," lanjutnya.
Hubungan dengan Luhut Binsar Pandjaitan
Menkeu Purbaya juga mengungkap hubungannya dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Ia menegaskan bahwa hubungan mereka tetap harmonis meskipun dalam beberapa kesempatan mereka tidak saling menyapa selama sidang kabinet paripurna.
Purbaya menjelaskan bahwa jarak kursi mereka cukup jauh, sehingga tidak mungkin ia berteriak memanggil nama Luhut. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa hubungan profesional antara keduanya tetap baik.
"Tapi baik hubungan saya sama dia. Enggak ada masalah," tambah Purbaya.
Selama sidang kabinet, Purbaya duduk di samping Luhut, namun keduanya tidak saling menyapa. Purbaya justru berbincang akrab dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Danantara Rosan Roeslani, yang duduk di sebelah kirinya. Sementara itu, Luhut sempat bertegur sapa dengan Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan.
Latar Belakang Kerja dengan Luhut
Sebelum menjabat sebagai Menkeu, Purbaya pernah bekerja bersama Luhut di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Purbaya pernah menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP) yang dipimpin oleh Luhut. Selanjutnya, ia kembali bekerja dengan Luhut saat atasan tersebut menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Purbaya juga pernah menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menko Polhukam sebelum akhirnya kembali bekerja dengan Luhut sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Jabatannya kemudian dinaikkan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Baru-baru ini, Purbaya dan Luhut menjadi sorotan lantaran komentar mereka yang dianggap saling bertentangan. Misalnya, soal isu pendirian family office yang diusulkan oleh Luhut. Menkeu Purbaya menilai bahwa family office tidak perlu didanai oleh APBN. Secara tidak langsung, ia menyatakan bahwa family office sebaiknya didanai oleh yang menyampaikan konsep awal lembaga tersebut, yakni Luhut.