
PSSI Masih Mencari Pelatih Baru Timnas Indonesia
Setelah berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert, posisi pelatih Timnas Indonesia kini masih kosong. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan federasi tidak akan tergesa-gesa dalam menentukan sosok baru yang akan menukangi skuad Garuda.
Kegagalan skuad Garuda menembus Piala Dunia 2026 membuat kursi pelatih menjadi sorotan utama publik sepak bola nasional. Timnas Indonesia terhenti di Putaran Keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Hasil itu membuat Timnas Indonesia menutup perjuangan sebagai juru kunci grup, sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Kluivert yang baru berjalan singkat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kluivert, pelatih asal Belanda yang ditunjuk setelah era Shin Tae-yong, resmi berpisah dengan PSSI pada 16 Oktober 2025. Federasi menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh, bukan hanya dari sisi hasil pertandingan, tetapi juga arah pembinaan dan sinkronisasi timnas lintas kelompok umur.
Proses Seleksi Pelatih Baru Tidak Terburu-buru
Dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (24/10/2025), Erick Thohir menegaskan bahwa proses pencarian pelatih akan dilakukan secara hati-hati. “Saya rasa kita tidak terburu-buru menunjuk kepelatihan. Tadi saya sampaikan, bahwa prioritaskan FIFA Matchday ini (untuk timnas U23). Kita memang ada target peringkat 100, kita susun Maret seperti apa, Juni seperti apa dan seterusnya,” ujar Erick Thohir.
Menurutnya, fokus utama PSSI saat ini bukan pada siapa yang akan memimpin timnas senior, melainkan pada perencanaan jangka menengah untuk memperbaiki peringkat FIFA Timnas Indonesia. Peringkat FIFA adalah sistem penilaian resmi federasi sepak bola dunia (FIFA) untuk menentukan posisi kekuatan setiap negara di dunia.
Timnas Indonesia saat ini berada di luar 100 besar dunia, dan PSSI bertekad memperbaikinya melalui agenda FIFA Matchday, yaitu jadwal resmi pertandingan antarnegara yang memengaruhi peringkat tersebut.
Belum Ada Kontak dengan Calon Pelatih Baru
Erick Thohir menegaskan bahwa hingga kini PSSI belum menjalin kontak dengan calon pelatih mana pun, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini untuk memastikan bahwa hubungan antara federasi dan pelatih yang akan datang dibangun dengan dasar kepercayaan dan visi yang sama.
“Kita belum ada mencari siapa pun, tapi kita mau move on,” ujar Erick yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia menjelaskan, pekan terakhir diisi dengan koordinasi internal antara dirinya, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, dan para anggota Komite Eksekutif (Exco).
Fokus utama mereka adalah memperkuat pondasi kerja sama internal serta memperbaiki citra internasional sepak bola Indonesia, agar tetap dipandang sebagai bangsa yang memiliki tata kelola profesional.
Kriteria Ideal Calon Pelatih
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, memberikan gambaran mengenai profil pelatih yang dicari federasi. “Profil yang kami cari itu bebas dari segi nasionalisme, kami hanya ingin mencari yang paling cocok buat Indonesia. Jadi kita mencari yang benar-benar selaras dengan visi kami karena kami di sini untuk Indonesia, kami ingin lolos ke Piala Dunia selanjutnya, jadi kami ingin mencari yang profilnya cocok,” tutur Zwiers.
Pernyataan Zwiers menegaskan bahwa PSSI tidak membatasi asal negara calon pelatih, selama memiliki rekam jejak yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter sepak bola Indonesia.
Sinkronisasi Program Timnas dari U17 hingga Senior
Erick Thohir menegaskan pentingnya penyelarasan sistem permainan antarjenjang usia agar pengembangan talenta sepak bola Indonesia berjalan berkesinambungan. “Tidak bisa pelatih U17 beda (cara bermain), U20 beda, U23 beda, sinkronisasi pemain nanti bagaimana. Itu yang kita harapkan karena kita membangun sistem,” tuturnya.
PSSI saat ini sedang menyiapkan peta jalan (roadmap) pengembangan sepak bola nasional yang menitikberatkan pada sinkronisasi metode kepelatihan, scouting (pencarian bakat), dan pembinaan usia dini. Dengan sistem tersebut, diharapkan timnas Indonesia dapat bersaing di tingkat Asia, bahkan dunia, dalam beberapa tahun ke depan.
Fokus Sementara: Timnas U23 dan SEA Games 2025
Meski publik menuntut kepastian mengenai pelatih baru, PSSI menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah persiapan Timnas U23 menuju SEA Games 2025 di Thailand. Tim ini menjadi bagian penting dalam pembinaan jangka panjang, karena sebagian besar pemain U23 akan menjadi tulang punggung timnas senior di masa depan.
Dengan situasi tersebut, penunjukan pelatih baru timnas senior kemungkinan besar tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. PSSI berkomitmen menyelesaikan proses seleksi dengan matang agar keputusan yang diambil sesuai arah pengembangan sepak bola nasional.
Tidak Ada Kontak dengan Frank de Boer dan Van Gaal
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kabar yang mengaitkan dua pelatih asal Belanda, Frank de Boer dan Louis van Gaal, dengan kursi pelatih Timnas Indonesia hanyalah rumor belaka. Menurut Erick, hingga kini PSSI belum melakukan komunikasi resmi dengan satu pun pelatih, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Tiba-tibalah muncul nama Van Gaal, lalu Frank de Boer. Tidak ada itu. Percayalah, hubungan antara PSSI dan pelatih harus dibangun dengan baik. Saat ini kami belum melakukan kontak apa pun karena masih dalam tahap pencarian,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Auditorium Gelora Bung Karno, Jumat (24/10/2025).
Erick menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin sembarangan menjaring banyak kandidat hanya untuk mendapat penolakan. Ia ingin memastikan calon pelatih baru benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas tim nasional.
Nama-nama yang Diincar
Beberapa nama telah muncul sebagai kandidat pelatih baru, termasuk Timur Kapadze dan Bojan Hodak. Namun, peluang mendatangkan mereka cukup berat. Timur Kapadze kini menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Uzbekistan, mendampingi pelatih baru mereka, Fabio Cannavaro, untuk menghadapi Piala Dunia 2026. Sedangkan Bojan Hodak masih terikat kontrak dengan Persib Bandung, klub yang ia antar meraih dua gelar Liga Super Indonesia dalam dua musim terakhir.