Siapkan Dana hingga Rp5 Triliun, BCA Akan Buyback Saham Lagi

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Siapkan Dana hingga Rp5 Triliun, BCA Akan Buyback Saham Lagi


aiotrade.CO.ID - JAKARTA

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar modal. Aksi ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan nilai pemegang saham.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan bahwa BCA telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 5 triliun untuk merealisasikan aksi buyback ini. Periode pelaksanaan aksi tersebut akan berlangsung dari 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026. Namun, jika diperlukan, periode tersebut dapat diakhiri lebih cepat sebelum tanggal tersebut, dengan tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hera menjelaskan bahwa BCA telah melakukan koordinasi dengan regulator sebelum meluncurkan aksi buyback. Selain itu, bank dengan kode saham BBCA ini juga terus mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta segala peraturan dan ketentuan yang berlaku di pasar modal.

“Mengacu pada POJK nomor 13 tahun 2023, maka pekerja BCA dilarang melakukan transaksi saham BCA selama periode buyback oleh BCA,” ujarnya.

Pada perdagangan saham Senin (20/10/2025), harga saham BCA ditutup di level Rp 7.875 per saham. Capaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 5% dibandingkan harga akhir pekan lalu. Meski demikian, jika dilihat sejak awal tahun 2025, harga saham BCA masih mengalami penurunan signifikan.

Secara keseluruhan, harga saham BCA telah turun sekitar 18,6% sepanjang tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya penguatan melalui aksi buyback, kondisi pasar secara keseluruhan masih dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.

Beberapa analis memprediksi bahwa aksi buyback yang dilakukan BCA bisa menjadi sinyal positif bagi investor, terutama dalam jangka pendek. Dengan adanya pembelian kembali saham, permintaan terhadap saham BCA kemungkinan akan meningkat, sehingga memberikan tekanan positif terhadap harga saham.

Namun, para ahli juga menyarankan agar investor tetap waspada dan tidak hanya mengandalkan aksi buyback sebagai satu-satunya indikator kinerja perusahaan. Kondisi keuangan perusahaan, prospek bisnis, serta lingkungan ekonomi secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting dalam menilai potensi pertumbuhan saham.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh investor terkait aksi buyback BCA:

  • Dana yang Disiapkan: BCA telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 5 triliun untuk aksi buyback. Jumlah ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat posisi sahamnya di pasar.
  • Periode Pelaksanaan: Aksi buyback akan berlangsung selama tiga bulan, mulai dari 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026.
  • Kepatuhan terhadap Regulasi: BCA telah berkoordinasi dengan regulator dan memastikan semua prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Larangan Transaksi bagi Pekerja: Sesuai dengan regulasi, pekerja BCA dilarang melakukan transaksi saham selama periode buyback.

Selain itu, para pengamat pasar juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan aksi buyback. Investor perlu memantau apakah aksi ini dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan rencana yang diumumkan.

Dengan berbagai faktor tersebut, aksi buyback BCA menjadi salah satu langkah strategis yang patut diwaspadai oleh para investor. Meski belum sepenuhnya menjamin kenaikan harga saham, langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara kinerja keuangan dan kepentingan pemegang saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan