
Peran Simon Tahatama dalam Pengembangan Timnas U17
Sejak diangkat sebagai talent scouting PSSI pada 26 Mei 2025, Simon Tahatama langsung menjadi sosok penting dalam upaya memantau dan mengembangkan bakat muda sepak bola di seluruh Indonesia. Tugasnya tidak hanya terbatas pada pencarian pemain, tetapi juga mencakup pengelolaan sistem pembinaan yang lebih optimal.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Simon menjelaskan bahwa tugasnya melibatkan pendataan, pengamatan, dan penguatan kerangka pembinaan yang sebelumnya masih kurang efektif. Dalam wawancara eksklusif dengan PSSI, ia membahas berbagai aspek dari hasil scouting hingga evaluasi sistem yang sedang berjalan.
“Langkah awal sudah cukup baik. Ada beberapa database pemain dari berbagai daerah. Namun, untuk memastikan kualitasnya, saya harus melihat dan menilai sendiri,” ujar Simon.
Menurut dia, keberhasilan seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh bakat teknis, tetapi juga mental, karakter bertanding, dan disiplin. Ia menekankan bahwa jika seseorang datang dengan tekad kuat untuk menjadi pemain hebat, maka kemampuannya akan terlihat.
Tantangan Membangun Sistem Pembinaan Berkelanjutan
Tantangan terbesar yang dihadapi Simon adalah memastikan pembinaan yang berkelanjutan di seluruh Indonesia. Ia menyebutkan bahwa di Belanda, seleksi pemain dimulai dari usia 8 tahun, sedangkan di Indonesia baru dimulai dari usia 13–14 tahun. Hal ini perlu diperbaiki agar sistem pembinaan bisa lebih efektif.
Simon juga menemukan banyak pemain potensial di luar radar akademi besar. Meski beberapa di antaranya memiliki tubuh kecil, mereka sering mampu melewati pemain lawan yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa bakat tidak selalu tergantung pada ukuran fisik.
Dalam proses pencarian bibit, Simon mengcover berbagai posisi seperti penyerang, gelandang, sayap kiri-kanan, hingga bek. Tujuannya adalah membentuk kerangka lengkap untuk Timnas U17.
Aspek yang Diperhitungkan dalam Seleksi
Beberapa aspek penting yang diperhitungkan dalam seleksi adalah teknik duel satu-lawan-satu, pemikiran cepat saat memegang bola, dan keberanian mengambil keputusan. Simon menilai bahwa semua hal ini sangat penting dalam membentuk pemain yang siap berkompetisi di level nasional.
Ia juga mengungkap bahwa sistem peta talenta nasional belum sepenuhnya tersedia. Namun, ia sedang membangun kerangka data jangka panjang bagi PSSI. Hal ini akan menjadi fondasi untuk pengembangan lebih lanjut.
Fokus pada Pemain Usia 16 Tahun ke Atas
Menjelang edisi berikutnya, fokus Simon adalah mencari pemain usia 16 tahun ke atas yang memiliki teknik dasar yang bagus dan mental yang kuat. Ia berharap Indonesia bisa memiliki sistem scouting yang menyatu dari akar rumput hingga elite, sehingga dapat membangun karakter nasional sepak bola Indonesia.
Simon juga memberi pesan kepada generasi muda untuk tidak hanya bermimpi, tetapi belajar menjadi profesional, bekerja keras, rendah hati, dan selalu ingin belajar agar bisa masuk ke Timnas U17.
Komentar
Kirim Komentar