
Pilar Usaha Sinar Mas Berkontribusi pada Transisi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan
Dalam upaya mempercepat transisi perekonomian Indonesia yang semakin inklusif, ramah lingkungan, serta berkelanjutan, pilar usaha Sinar Mas hadir dalam gelaran Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025. Dalam acara tersebut, Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba, menyampaikan bagaimana perusahaan melakukan upaya tanpa henti dalam membangun harmoni antara capaian komersial dengan tanggung jawab jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan, khususnya hutan di Indonesia.
“Tanpa hutan yang sehat dan berkelanjutan, industri ini tidak dapat bertahan. Karena itu, pengelolaan hutan secara bertanggung jawab adalah dasar dari pertumbuhan kami,” ujar Elim dalam diskusi panel bertemakan, ‘What is the Business Case for Investing in Nature?’ yang berlangsung di Merak Room, Jakarta Convention Center, Jumat (10/10).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pernyataan itu disampaikannya dalam diskusi panel bertemakan, ‘What is the Business Case for Investing in Nature?’ yang berlangsung di Merak Room, Jakarta Convention Center, Jumat (10/10).
Strategi Regenesis untuk Pengelolaan Hutan yang Berkelanjutan
Elim menjelaskan inisiatif Regenesis, sebuah strategi keberlanjutan yang merupakan pengembangan dari kebijakan konservasi hutan sebelumnya, yang telah diterapkan APP Group sejak 2013. Pendekatan ini memperkuat inisiatif 'do no harm' menjadi 'regenerative', di mana restorasi ekosistem dan perlindungan keanekaragaman hayati menjadi inti strategi bisnis.
Dalam praktiknya, Regenesis menaungi Forest Positive Policy yang mengalokasikan anggaran sebesar 30 juta dolar AS per tahun selama sepuluh tahun ke depan untuk mendukung inisiatif restorasi dan konservasi tadi. Dirinya juga mengajak para pihak baik lembaga keuangan, lembaga konservasi untuk berkolaborasi lebih jauh dalam menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.
Terlebih, pemerintah telah meluncurkan moratorium hutan dan lahan gambut, sertifikasi legalitas kayu hingga peta jalan FOLU Net Sink 2030 yang sejalan dengan upaya pihaknya.
Kolaborasi dalam Pengembangan Industri Berkelanjutan
Masih di hari yang sama, APP Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lubrizol untuk menjajaki kerja sama dalam pengembangan solusi kertas dan kemasan berkelanjutan. Memadukan keahlian APP di bidang manufaktur kertas dan kemasan dengan kompetensi Lubrizol dalam teknologi bahan kimia khusus.
Sementara Sinar Mas Agribusiness and Food mengedepankan bagaimana industri kelapa sawit dapat mengambil peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan lewat upaya peningkatan produktivitas, sembari menjaga kelestarian ekosistem serta kehidupan masyarakat sekitar, sebagaimana mereka tuangkan dalam kerangka kerja Collective for Impact.
Chief Sustainability and Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, Anita Neville, menyampaikan bahwa tantangan keberlanjutan menjadikan upaya ini semestinya berlangsung dalam semangat kolaboratif, sehingga perubahan yang diraih akan membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.
“Melalui model closed-loop terintegrasi, kami menyediakan pelatihan bagi petani, akses pembiayaan, teknologi, dan pasar. Inisiatif seperti program pemberdayaan petani Sawit Terampil maupun dukungan kami terhadap program peremajaan sawit rakyat (PSR) dapat berkontribusi terhadap target pemerintah dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, sehingga para petani sawit dapat tetap tangguh menghadapi ancaman iklim,” ujarnya saat tampil dalam diskusi panel bertajuk ‘Feeding the Future: Sustainable Innovation to Boost Agriculture Productivity’.
Solusi Hijau dengan Model Bisnis yang Layak
Sebagaimana kembali diperkuat keesokan harinya dalam diskusi panel bertema ‘Green Business Building’, saat CEO Nature-Based Solutions Sinar Mas Agribusiness and Food, Götz Martin, mengatakan bahwa solusi hijau semestinya memiliki model bisnis yang layak, dan teruji.
“Bisnis hijau berhasil karena memiliki model bisnis yang berkelanjutan dengan nilai tambah untuk memperbaiki kondisi planet,” ujarnya.
Komitmen Keberlanjutan sebagai Fondasi Bisnis
Semangat memberikan manfaat ke semua pihak menjadikan anjungan Sinar Mas menggandeng pula para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan berikut produk mereka. Di lingkup Sinar Mas Agribusiness & Food mereka bernaung dalam program pendampingan Bright Future Initiative yang telah menjaring tidak kurang 100 pengusaha setempat.
Sementara pilar usaha dari lingkup telekomunikasi dan data, XLSmart sepanjang dua hari eksibisi, menghadirkan robot berbasis akal imitasi (artificial intelligence) bernama Xiao Qi hasil pengembangan ASIX Indonesia, sebuah akselerator AI buah kolaborasi Sinar Mas bersama China Mobile. Dirancang selaku spesialis pelayanan publik, Xiao Qi mempertunjukkan kemampuannya menjawab pertanyaan para pengunjung.
Integrasi Prinsip Keberlanjutan dalam Seluruh Lini Usaha
Advisor President Office Sinar Mas Land, Ignesjz Kemalawarta, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan fondasi utama strategi bisnis perusahaan. “Sinar Mas Land konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di seluruh lini usaha, mulai dari desain kawasan, pembangunan produk, pemilihan material ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga pengembangan rendah karbon. Kami berkolaborasi dengan Chandra Asri dalam penggunaan aspal berbahan campuran sampah plastik di BSD City dan Kota Deltamas, serta bekerja sama dengan pemerintah dan bank mitra melalui skema green loan pada proyek residensial berstandar green building. Konsep green and smart living juga kami terapkan pada kawasan yang mengacu pada standar GBCI, guna menciptakan lingkungan yang efisien, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ignesjz menambahkan bahwa saat ini perusahaan telah menerapkan green job untuk memastikan seluruh kegiatan operasional dan pengembangan sumber daya manusia selaras dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.
“Munculnya profesi-profesi baru di sektor hijau perlu diimbangi dengan peningkatan edukasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta perguruan tinggi. Di tingkat perusahaan, kami mendorong reorientasi kebijakan human capital agar mengutamakan kapasitas lingkungan dan keberlanjutan dalam proses rekrutmen, pelatihan green habit dan menanamkan pemahaman tentang sustainability sejak hari pertama kerja, serta memperkuat kolaborasi lintas fungsi agar nilai keberlanjutan tertanam dalam setiap individu di organisasi,” imbuhnya.
Visi Bersama untuk Mewariskan Bumi yang Lestari
Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, mengatakan, “Lewat forum ini pilar usaha kami berkesempatan untuk saling belajar, berbagi bahkan bermitra bersama lembaga lain yang memiliki kepedulian serupa, seputar upaya membangun keberlanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital seperti AI serta pengembangan teknologi dan energi bersih. Agar dapat mewariskan bumi yang lestari bagi anak cucu kita nanti.”