Sinergi Media dan Pemkab Kotabaru, Pimred Pikiran Rakyat Kalsel Kunjungi Resmi

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 17x dilihat
Sinergi Media dan Pemkab Kotabaru, Pimred Pikiran Rakyat Kalsel Kunjungi Resmi

Kunjungan Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Kalsel ke Diskominfo Kabupaten Kotabaru

Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Kalimantan Selatan (PR Kalsel), Khairil, melakukan kunjungan resmi ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotabaru. Kunjungan ini dilakukan pada Rabu (16/12/2025) dengan tujuan untuk menjalin serta memperkuat kerja sama pemberitaan antara media dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru.

Khairil disambut langsung oleh jajaran Diskominfo Kabupaten Kotabaru. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, dengan agenda utama membahas penguatan sinergi antara media massa dan pemerintah daerah dalam penyebarluasan informasi pembangunan, program strategis, serta layanan publik kepada masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pertemuan tersebut, Khairil menegaskan pentingnya kolaborasi media dan pemerintah guna menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik di Kabupaten Kotabaru.

“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami berharap informasi pembangunan di Kotabaru dapat tersampaikan secara objektif dan terpercaya,” ujar Khairil.

Sementara itu, perwakilan Diskominfo Kabupaten Kotabaru, Kisna, menyambut baik inisiatif kerja sama yang diajukan oleh Pikiran Rakyat Kalsel. Menurutnya, kolaborasi dengan media arus utama merupakan bagian penting dalam mendukung transparansi pemerintahan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Pemkab Kotabaru.

“Kami menerima pengajuan kerja sama ini dan akan menyesuaikannya dengan ketersediaan anggaran. Apabila Pikiran Rakyat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, tentu akan kami masukkan dalam daftar media kerja sama,” kata Kisna perwakilan Diskominfo.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Diskominfo Kabupaten Kotabaru tengah menyusun regulasi kerja sama media yang lebih objektif dan terukur. Regulasi tersebut mencakup mekanisme seleksi media, termasuk indikator performa seperti jumlah pembaca, jumlah tayangan (views), serta jangkauan publikasi.

“Ada arahan dari Bapak Sekda yang disampaikan kepada Kepala Diskominfo agar regulasi kerja sama media disusun secara profesional dan objektif. Saat ini masih dalam tahap pembahasan,” tambahnya.

Selain membahas regulasi, kedua pihak juga mendiskusikan teknis pelaksanaan kerja sama pemberitaan, mulai dari publikasi kegiatan pemerintahan, program pembangunan daerah, hingga penyampaian informasi layanan publik yang dibutuhkan masyarakat secara cepat dan tepat.

Melalui sinergi ini, diharapkan kualitas informasi publik di Kabupaten Kotabaru semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran media sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang transparan dan berkelanjutan.

Sejarah Singkat Pikiran Rakyat

Sebagai informasi, Pikiran Rakyat—dalam ejaan lama Pikiran Rakjat—lahir pada 30 Mei 1950 di Bandung. Media ini didirikan oleh Djamal Ali, seorang jurnalis yang bertekad menghadirkan surat kabar nasional dengan semangat independensi. Dengan modal menggadaikan perhiasan istrinya, Djamal Ali mengambil alih sebuah koran lokal yang nyaris tutup dan menjadikannya sebagai “koran Republik”.

Bersama sejumlah tokoh pers seperti A.Z. Sutan Palindih, H. Niti Sumantri, Semaun St. Kenaikan, dan Asmara Hadi, Pikiran Rakjat berkembang pesat pada era 1950-an. Bermoto “Mengajak Pembaca Berpikir Kritis”, media ini menjadi salah satu surat kabar terbesar di Jawa Barat dengan oplah mencapai 13.500 eksemplar per hari.

Dalam perjalanan sejarahnya, Pikiran Rakyat dikenal konsisten menjaga independensi redaksi, termasuk dalam peliputan isu nasional seperti Konferensi Asia Afrika 1955, konflik DI/TII, hingga persoalan Irian Barat.

Pasca peristiwa G30S 1965, Pikiran Rakyat mengalami tekanan politik hingga akhirnya terbit kembali pada 24 Maret 1966 dengan format baru. Sejak saat itu, Pikiran Rakyat berkembang menjadi salah satu media arus utama di Indonesia, dengan moto “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”.

Nilai independensi dan keberpihakan pada kepentingan publik inilah yang hingga kini menjadi landasan Pikiran Rakyat, termasuk melalui jaringan daerah seperti Pikiran Rakyat Kalimantan Selatan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan