
Beberapa nama perusahaan terlihat kuat menjelang pengumuman lelang Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). Proyek ini merupakan bagian dari program nasional yang dirancang untuk mengolah sampah kota menjadi energi listrik. Tujuan utamanya adalah sebagai solusi krisis sampah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Pemenang tender tahap pertama dijadwalkan akan diumumkan pada awal Februari.
Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp 91 triliun, dengan setiap proyek membutuhkan investasi berkisar antara Rp 2,5 triliun hingga Rp 3,2 triliun. Proyek ini direncanakan dibangun di 33 lokasi, dengan masing-masing proyek mampu mengelola 1.000 ton sampah per hari. Pada tahap pertama, pengumuman tender ditujukan untuk empat wilayah yaitu Bogor, Denpasar, Yogyakarta, dan Bekasi. Di samping itu, beberapa nama emiten juga tampak kuat menjelang pengumuman tersebut.
Perusahaan yang Disinyalir Bakal Menang Tender
Menurut pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Mentor Baik, Thomas William, pemenang tender proyek ini justru kemungkinan besar berasal dari perusahaan yang belum terlalu dikenal di kalangan emiten pembangkit sampah. Ia menyebut PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) sebagai salah satu perusahaan yang berpotensi menjadi pemenang. Volume perdagangan DAAZ di pasar modal saat ini juga meningkat, menunjukkan adanya minat investor terhadap saham perusahaan ini.
Thomas William menilai bahwa sektor waste to energy (WTE) masih menjadi sentimen menarik di pasar. Ia melihat potensi kejutan jika ternyata DAAZ berhasil meraih proyek tersebut, karena skenario ini dinilai belum banyak diprediksi oleh pelaku pasar. Biasanya, investor hanya mengaitkan proyek WtE dengan sejumlah emiten seperti TOBA, OASA, dan MHKI. Namun, menurutnya, yang akan menang justru perusahaan yang belum dikenal oleh pasar.
Profil Perusahaan yang Terlibat
Daaz Bara Lestari (DAAZ)
DAAZ didirikan pada tahun 2009 dan awalnya fokus pada perdagangan komoditas. Seiring waktu, perusahaan ini berkembang menjadi bisnis terdiversifikasi dengan tiga pilar utama: perdagangan komoditas (seperti bijih nikel, batubara, dan solar), jasa angkutan laut, serta layanan pertambangan. DAAZ mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November 2024, dengan harga IPO Rp 880 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan meraup dana segar hingga Rp 264 miliar.
PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA)
OASA mengungkapkan total investasi untuk dua proyek PSEL senilai Rp 8 triliun. Kedua proyek ini terletak di Jakarta Barat dan Tangerang Selatan. Direktur Utama OASA, Bobby Gafur Umar, menyebut realisasi proyek akan dilakukan secara bertahap, dengan pelaksanaan berskala besar direncanakan pada 2027.
PLTSa Tangerang Selatan
Proyek ini dikembangkan oleh Badan Usaha Pelaksana PT Indoplas Tianying Energy, yang merupakan kerja sama antara PT Indoplas Energi Hijau dengan kepemilikan 76% dan China Tianying Inc sebesar 24%. Proyek ini memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 1.100 ton per hari dan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas terpasang 25 MW.
PLTSA Jakarta Barat
Proyek PSEL di Jakarta Barat akan dikembangkan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama konsorsium WIKA–Indoplas. Proyek ini memiliki kapasitas pengolahan sampah baru hingga 2.000 ton per hari dan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas terpasang 43 MW.
Proses Eksekusi Proyek WtE
Berikut rencana eksekusi bertahap proyek WtE untuk tahun 2025-2026: - Oktober–Desember 2025: Seleksi DPT & RFP - Januari 2026: Penyampaian Proposal - Januari–Februari 2026: Evaluasi Proposal - Februari 2026: Negosiasi & Penetapan Mitra - Maret–Mei 2026: Penutupan Hukum & Persiapan EPC - Maret–Juni 2026: Groundbreaking proyek secara bertahap.
Daftar Perusahaan Lolos DPT Mitra PSEL Danantara
Danantara Investment Management (Persero) mengumumkan daftar peserta yang lolos seleksi masuk Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) Pemilihan Mitra Kerja Sama Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL). Berikut 24 daftar perusahaan yang lolos: - Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering - ITOCHU Corporation - China Everbright Environment Group Limited - Kanadevia Corporation - PT MCC Technology Indonesia (MCC) - China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP) - GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. - Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd - Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd - SUS Indonesia Holding Limited - Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd - Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd - CEVIA Enviro Inc. - China Conch Venture Holding Limited - China TianYing Inc - PT Jinjiang Environment Indonesia - Wangneng Environment Co., Ltd - Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd - Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co.,Ltd. (CSET) - Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd - Grandblue Environment Co., Ltd - Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc - Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd - QiaoYin City Management Co., Ltd
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar