
Antam, salah satu perusahaan tambang terkemuka di Indonesia yang merupakan bagian dari grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), saat ini sedang melakukan berbagai strategi untuk pengembangan bisnis baik secara organik maupun anorganik. Hal ini dilakukan guna memastikan kelangsungan operasional dan pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Pengembangan Bisnis Secara Organik
Direktur Pengembangan Usaha Aneka Tambang, I Dewa Wirantaya, menjelaskan bahwa Antam terus meningkatkan eksplorasi di Tambang Emas Pongkor, Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk memperpanjang umur tambang setelah tahun 2030. Saat ini, tim Antam sedang melakukan evaluasi eksplorasi secara agresif demi memastikan keberlanjutan pengelolaan tambang tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sisa cadangan emas di tambang bawah tanah Pongkor saat ini sekitar 5 ton dan telah memasuki fase pascatambang. Namun, Antam tetap berkomitmen untuk terus melakukan eksplorasi agar dapat memperpanjang usia tambang tersebut.
“Kami sedang meningkatkan eksplorasi di Pongkor untuk memastikan bahwa setelah 2030, Pongkor masih bisa diperpanjang,” ujar Dewa dalam konferensi pers RUPSLB Antam di Jakarta, Senin (15/12).
Strategi Anorganik dan Eksplorasi Luar Negeri
Selain fokus pada pengembangan bisnis secara organik, Antam juga menunjukkan sinyal kuat untuk merger dan akuisisi (M&A). Perusahaan ini juga aktif dalam eksplorasi emas, baik di dalam maupun luar negeri.
Dewa mengungkapkan bahwa Antam sedang membidik lokasi-lokasi potensial untuk ikut serta dalam lelang internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah dan Kazakhstan. Di dalam negeri, Antam juga agresif dalam mencari cadangan emas baru.
“Kami sudah melirik beberapa lokasi untuk ikut lelang internasional seperti di daerah Timur Tengah, di daerah Middle East Timur Tengah, maupun di daerah Kazakhstan, dan sebagainya,” kata Dewa.
Selain itu, Antam juga mempertimbangkan peluang akuisisi melalui perusahaan afiliasinya. Salah satunya adalah dengan cara menaikkan kepemilikan minoritas dalam skema joint venture, sehingga nantinya saham Antam bisa dikonsolidasikan.
“Kami sudah memetakan beberapa potensi-potensi perusahaan yang kita minority di joint venture untuk kami naikkan saham kami sehingga bisa menjadi konsolidasi dari tempat kami,” ujarnya.
Cadangan Emas di Tambang Pongkor
Tambang Pongkor saat ini memiliki cadangan (reserves) sekitar 166 ribu ounce atau setara 5,16 ton emas. Sementara total sumber daya (resources) yang masih berpotensi ditambang mencapai 649 ribu ounce, atau kurang lebih 20,19 ton emas.
CSR & External Relations Bureau Head Antam UBP Emas Arif Rahman Saleh menjelaskan bahwa Antam terus melakukan eksplorasi untuk memastikan keberlanjutan operasi di Pongkor, selain tetap melakukan aktivitas penambangan. Saat ini, cadangan yang telah tervalidasi diperkirakan dapat mendukung operasi hingga sekitar empat tahun ke depan, sesuai izin yang berlaku.
“Angka itu adalah cadangan yang sudah terdata dan bisa dipastikan. Namun eksplorasi terus berjalan, jadi tidak menutup kemungkinan umur tambang akan bertambah,” ucap Arif di Sentul, Bogor ketika ditemui beberapa pekan lalu.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Umur Tambang
Arif menjelaskan, ada beberapa faktor yang dapat memperpanjang masa umur tambang. Pertama, pergerakan harga emas yang menjadi salah satu penentu utama. Material dengan kadar rendah yang saat ini belum ekonomis berpotensi menjadi layak ditambang jika harga emas terus meningkat.
Kedua, perkembangan teknologi berperan penting. Inovasi di bidang penambangan dan pengolahan dapat meningkatkan efisiensi. Hal ini membuat material berkadar rendah tetap dapat diproses secara ekonomis.
Arif menambahkan, ore yang saat ini dikategorikan sebagai waste tetap disimpan dengan baik. Menurutnya, material tersebut suatu saat akan menjadi ekonomis.
“Jadi ada berbagai aspek yang bisa mempengaruhi umur tambang, mungkin saja kalau di seluruh dunia tidak ada cadangan emas, itu (ore yang dikategorikan waste) menjadi ekonomis,” ucap Arif.