Siswa dan Guru SMPN 2 Bunguran Timur Ikut Pelatihan Pemadam Kebakaran oleh Damkar Natuna

admin.aiotrade 08 Nov 2025 4 menit 18x dilihat
Siswa dan Guru SMPN 2 Bunguran Timur Ikut Pelatihan Pemadam Kebakaran oleh Damkar Natuna
Siswa dan Guru SMPN 2 Bunguran Timur Ikut Pelatihan Pemadam Kebakaran oleh Damkar Natuna

Kegiatan Edukasi Pencegahan Kebakaran di SMPN 2 Bunguran Timur

Ratusan siswa dan siswi SMP Negeri 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tampak antusias mengikuti kegiatan yang tidak biasa. Pada Jumat (7/11/2025), mereka belajar tentang cara memadamkan api dan mencegah kebakaran, bukan hanya dalam ruang kelas, tetapi secara langsung di luar.

Suasana halaman sekolah terlihat ramai. Di bawah terik matahari, para siswa duduk berbaris rapi untuk menyimak penjelasan dari personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Natuna yang hadir langsung di lokasi. Mereka diberikan pengetahuan penting tentang pencegahan dan penanganan kebakaran.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Para Ksatria Biru itu mempraktikkan teknik memadamkan api menggunakan kain basah di tong, hingga simulasi kebakaran kompor dan tabung gas. Saat simulasi dilakukan, sorak dan tawa pecah ketika sejumlah siswa dan guru ikut mencoba memadamkan api sendiri. Ada yang gugup, ada juga yang semangat dan percaya diri, tapi semuanya terlihat menikmati proses belajar yang tak biasa tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran, yang rutin dilakukan oleh Disdamkarmat Natuna. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman sejak dini kepada pelajar, terutama karena sekolah juga termasuk lingkungan yang rawan kebakaran gedung.

Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Natuna, Benny Suparta, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran siswa akan bahaya kebakaran. Ia menyampaikan bahwa hari ini mereka hadir di SMPN 2 Bunguran Timur untuk memberikan edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran, termasuk simulasi penyelamatan diri jika kebakaran terjadi.

Menariknya, kegiatan ini dilakukan dengan semangat gotong royong dan niat tulus demi keselamatan. Benny menyebutkan bahwa pihak Disdamkarmat datang mandiri, sementara pihak sekolah menyambut baik. Meski efisiensi anggaran menjadi pertimbangan, kegiatan tetap berjalan dengan swadaya dari PNS yang terlibat, yang patungan.

Kegiatan edukatif ini melibatkan sebanyak 238 siswa dan 26 guru serta staf TU. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap kebakaran perlu ditanamkan sejak dini. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga sigap dalam situasi darurat.

Benny menambahkan bahwa simulasi kebakaran dan cara penanganannya diberikan kepada siswa. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Harapannya ilmu ini bisa mereka ingat dan terapkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Bunguran Timur, Lukman Hakim, mengapresiasi langkah Disdamkarmat Natuna yang telah datang langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi penting tersebut. Ia berharap materi dan simulasi yang diberikan bisa dipahami dengan baik oleh siswa maupun guru, sehingga bila terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Simulasi dan Pelatihan yang Menyenangkan

  • Para siswa diberikan kesempatan untuk mencoba memadamkan api secara langsung.
  • Mereka menggunakan kain basah dan alat pemadam api sederhana.
  • Simulasi dilakukan di lingkungan yang aman dan terkendali.
  • Siswa dan guru terlihat antusias dan tertarik pada setiap tahapan simulasi.
  • Beberapa dari mereka bahkan menunjukkan sikap percaya diri saat mencoba memadamkan api.
  • Tawa dan sorak riang terdengar saat simulasi berlangsung.
  • Keterlibatan aktif siswa membuktikan bahwa pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam kelas.
  • Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berbeda dan lebih interaktif.
  • Anak-anak belajar sambil bermain, sehingga lebih mudah mengingat informasi yang diberikan.

Pentingnya Kesadaran dan Kesiapsiagaan

  • Kesadaran akan bahaya kebakaran perlu ditanamkan sejak dini.
  • Anak-anak diajarkan untuk mengenali tanda-tanda kebakaran.
  • Mereka juga diajarkan cara menghubungi petugas pemadam kebakaran.
  • Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi keadaan darurat.
  • Simulasi kebakaran membantu siswa memahami prosedur evakuasi.
  • Mereka diajarkan untuk tetap tenang dan cepat bertindak.
  • Edukasi ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan staf sekolah.
  • Semua pihak dapat menjadi agen pencegahan kebakaran di lingkungan sekolah.
  • Dengan pengetahuan yang cukup, risiko kebakaran dapat diminimalkan.

Kepedulian dan Kolaborasi

  • Kolaborasi antara Disdamkarmat Natuna dan sekolah sangat penting dalam keberhasilan kegiatan.
  • Pihak sekolah menyambut baik kehadiran petugas pemadam kebakaran.
  • Siswa dan guru merasa dihargai dengan adanya program edukasi seperti ini.
  • Kepedulian terhadap keselamatan siswa menjadi prioritas utama.
  • Program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan dan keselamatan.
  • Semangat gotong royong dan swadaya dari PNS memperkuat komitmen tersebut.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan