
TANGERANG SELATAN, aiotrade
Siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, kini memiliki fasilitas belajar yang sangat menunjang. Pemerintah memberikan laptop kepada masing-masing siswa sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memudahkan proses belajar mengajar.
Laptop tersebut diberikan untuk membantu siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam unggahan akun TikTok @srma33tangsel, yang kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @astacitaindonesia, terlihat ratusan laptop masih tersegel diturunkan dari mobil boks milik Kementerian Sosial. Laptop-laptop ini kemudian dirapikan dan akan segera dibagikan kepada siswa-siswi SRMA 33.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Program ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkeadilan," tulis akun @astacitaindonesia pada Minggu (26/10/2025).
Selain siswa, para guru juga akan mendapatkan fasilitas serupa. Penyaluran laptop dilakukan secara bertahap, sehingga setiap siswa dan guru di Sekolah Rakyat akan mendapat satu unit laptop.
Tujuan utama dari program ini adalah memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang tinggal di keluarga dengan kondisi ekonomi sangat rendah. Presiden Prabowo disebut ingin memuliakan siswa dan siswi dari keluarga miskin ekstrem, agar dapat memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
"Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan berkualitas yang gratis bagi saudara-saudara kita dari keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrem," tulisnya.
Selain laptop, siswa yang tinggal di asrama juga mendapatkan berbagai fasilitas tambahan. Mereka diberikan 8 pasang seragam sekolah, makanan bergizi gratis, kudapan, layanan cek kesehatan gratis, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
"Mereka sedang belajar dengan tekun untuk menjadi kebanggaan keluarganya dan bangsa Indonesia," tulis akun tersebut.
Siswa Sekolah Rakyat berasal dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selama 365 hari bekerja atau setahun, telah berdiri 165 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang menampung hampir 16.000 murid.
Program ini tidak hanya memberikan peluang pendidikan yang merata, tetapi juga memberikan perlindungan sosial yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya fasilitas seperti laptop dan layanan kesehatan, siswa bisa fokus pada pembelajaran tanpa harus khawatir tentang kebutuhan dasar.
Kehadiran Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan kesetaraan pendidikan. Dengan pendidikan yang berkualitas dan akses yang mudah, diharapkan generasi muda bisa menjadi agen perubahan yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam konteks yang lebih luas, program ini menjadi contoh nyata dari komitmen pemerintah dalam menjalankan kebijakan inklusif. Dengan pendekatan yang holistik, pemerintah tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga memastikan bahwa siswa memiliki lingkungan belajar yang optimal.
Melalui inisiatif seperti ini, harapan besar dipegang bahwa pendidikan akan menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian dan berkontribusi positif bagi bangsa.