Siswa Diduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Kerap Jadi Korban Bullying

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Siswa Diduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Kerap Jadi Korban Bullying
Siswa Diduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Kerap Jadi Korban Bullying

Kecemasan dan Trauma Akibat Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Seorang ibu histeris datang ke halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, setelah terjadi ledakan pada Jumat (7/11) siang. Ia menangis sambil mencari keberadaan keponakannya yang merupakan siswa kelas XII. Dari penuturannya, ia sengaja mendatangi sekolah setelah melihat beberapa foto keponakannya yang terkapar dengan senjata di sekitarnya.

Ternyata, keponakan wanita tersebut adalah FN, terduga pelaku ledakan yang telah dibawa ke rumah sakit bersama para korban lainnya. “Fadel mana Fadel? Dia siswa kelas XII, tadi lihat fotonya. Saya tantenya, orangtuanya perginya jauh (di luar negeri),” ucap wanita itu sambil terus menangis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ibu ini langsung masuk ke sekolah dan mencari keberadaan keponakannya, namun akhirnya tidak terlihat lagi. Menurut informasi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terduga pelaku adalah siswa dari sekolah tersebut. Hal ini juga dikonfirmasi oleh ZA, seorang siswa kelas XI kepada TribunJakarta.

ZA mengatakan bahwa terduga pelaku berinisial F dikenal sebagai sosok yang sering di-bully. Ia selalu terlihat sendiri, dengan gaya berpakaian khasnya yaitu memakai jas putih. “Korban di-bully di sekolah. Dia selalu sendiri ke mana-mana,” kata ZA.

Berdasarkan pengakuan ZA, F diduga merakit bom secara mandiri dan diledakkan untuk membalas dendam terhadap para pem-bully-nya. “Kaya ingin balas dendam. Kaya ingin ke pem-bully tapi malah kena semuanya,” katanya.

Menurut ZA, ledakan bukan hanya sekali, tetapi tiga kali di lokasi berbeda. “Katanya dia merakit bom sendiri. Terus sudah di-timer-in di tiga daerah. Yang pertama di musala, kedua di kantin, ketiga di tempat duduk-duduk anak-anak,” ujar ZA.

ZA merasakan langsung ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan itu. “Pertama pas saya di musala sekali. Pas saya lari-lari mencar, ada yang kedua dan ketiga,” ujarnya.

ZA juga mengonfirmasi bahwa foto yang beredar dengan posisi tergeletak bersimbah darah dengan senjata di dekatnya adalah terduga pelaku. “Itu terduga pelaku,” katanya.

“Itu dia di sebelah belakang kantin,” lanjut ZA menjelaskan latar lokasi foto terduga pelaku.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan