Siswa di Nias Selatan Viral Karena Menyeberangi Sungai Saat Berangkat Sekolah
Baru-baru ini, sebuah video yang menampilkan sejumlah siswa di Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, viral di media sosial. Dalam video tersebut, para siswa terlihat berada di pinggir sungai dengan arus yang cukup deras dan sedang berusaha menyeberanginya untuk pergi ke sekolah.
Mereka mengenakan seragam Pramuka dan tampak sangat bersemangat meskipun kondisi lingkungan tidak memungkinkan. Salah satu siswi dalam video tersebut bahkan meminta bantuan kepada Presiden Prabowo untuk membangunkan jembatan agar mereka tidak lagi harus menyeberangi sungai setiap hari.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Bapak Prabowo tolong bangun jembatan ini. Kami tersiksa kalau hujan," ujarnya dengan suara lantang. Video tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan betapa sulitnya akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal seperti Nias Selatan.
Kabupaten Nias Selatan merupakan salah satu kabupaten yang dibentuk pada tahun 2003. Wilayah ini terletak di barat Sumatera Utara dan dipisahkan oleh lautan. Meski sudah ada upaya dari pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur, banyak warga masih merasa kesulitan dalam mengakses fasilitas dasar seperti jembatan.
Menteri PU: Jembatan Sudah Masuk Anggaran Tahun Depan
Menanggapi isu ini, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyatakan bahwa pembangunan jembatan di daerah tertinggal seperti Nias Selatan sudah masuk dalam anggaran tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan jembatan gantung akan dilakukan di beberapa lokasi.
"Kalau itu (pembangunan jembatan untuk akses jalan siswa ke sekolah di Nias) sudah masuk (anggaran pembangunan tahun depan). Jembatan gantung di beberapa tempat (akan dibangun)," ujarnya saat meninjau sekolah rakyat di Medan.
Namun, ia juga menekankan pentingnya peran bupati dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan jembatan. "Lahan misalnya. Saya butuh support dari bupati. Kalau memang cukup penting, silakan bupatinya surati Kementerian PU atau Satker Kementerian PU yang telah diletakkan di seluruh Indonesia."
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan terkait lokasi jembatan di Nias. "Saya masih cek (dulu) karena belum koordinasi dengan bupati. Karena, di Jasa Bina Marga ada beberapa tempat yang harus dikerjakan di Indonesia. Namun khusus Nias saya masih cek," jelasnya.

Bupati Nias Selatan: Masalah Infrastruktur Masih Tertunda
Bupati Nias Selatan, Sokhi Atulo Laila, merespons isu ini dengan menjelaskan bahwa lokasi tempat siswa menyeberangi sungai bernama Sifalago Gomo, yang terletak di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu.
Menurutnya, anak-anak di wilayah tersebut sudah 20 tahun lamanya harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah. "Iya sudah tahu, tadi tim PU kita dan infonya tim pemerintah pusat sudah meninjau ke lokasi ini. Sebenarnya, masih banyak anak-anak sekolah di sana yang nyebrang sungai seperti itu. Jadi bukan itu saja."
Ia juga menjelaskan bahwa jarak dari sungai ke sekolah bisa mencapai 3 kilometer. "Jadi emang sekolah itu cukup jauh dari pusat kota Nisel, lokasinya dari kota 40 km. Tetapi kalau dari sungai ke sekolah itu jaraknya 3 km. Ya gitulah (bajunya kering-kering di jalan)."
Pihak Pemkab Nias Selatan juga sudah sering mengkoordinasikan masalah ini ke tingkat provinsi. Namun, ujarnya, semuanya butuh proses. "Kami juga menjabat di pemerintahan masih baru ya. Ditambah ada efisiensi anggaran. Segala sesuatu susah kita sampaikan di provinsi tapi itulah."
Beruntung, selama para siswa melewati sungai tersebut, tak ada insiden yang menyebabkan hilangnya nyawa. "Tapi kalau yang dulu-dulu tidak tahu ya. Cuman emang jalannya wajib lewati sungai itu. Tapi kalau musim kemarau sungai itu cukup dangkal," ujarnya.
Gubernur Sumut: Akan Lakukan Pengecekan Lebih Lanjut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, juga memberikan respons terkait kasus ini. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
"Nanti saya lihat ya saya belum monitor belum dapat laporan juga," ujarnya. Ia menegaskan bahwa jika informasi lengkap diperoleh, pihaknya akan segera melakukan pembangunan infrastruktur.
"Yang pasti kalau fasilitas dasar untuk pendidikan, tentunya infrastrukturnya, kita perhatikan. (Karena) secara detail belum dapat laporannya," jelasnya.
Ia juga menanggapi permintaan bantuan siswi kepada Presiden Prabowo. "Makanya saya tadi bilang, detail belum lihat yang pasti kalau untuk jembatan, sudah ada aturan. Misal bentangan jembatan di atas seratus meter memang wewenang pemerintah pusat," tuturnya.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan ke depannya anak-anak di Nias Selatan tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah. Semoga langkah-langkah yang diambil bisa segera mewujudkan harapan masyarakat setempat.