Siswa SDN Lerpak 2 Belajar di Teras Rumah Akibat Sengketa Lahan

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Siswa SDN Lerpak 2 Belajar di Teras Rumah Akibat Sengketa Lahan

Masalah Sengketa Lahan yang Mengganggu Proses Belajar di SDN Lerpak 2

Sengketa lahan yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lerpak 2, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, hingga kini masih menjadi permasalahan yang belum menemukan solusi. Akibatnya, para siswa terpaksa belajar di luar ruang kelas, seperti teras rumah warga, hingga menjelang ujian tengah semester (UTS).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Sekolah SDN Lerpak 2, Junaidi, mengungkapkan bahwa sejak Senin (3/11/2025), siswa-siswanya telah menumpang belajar di teras dan mushala milik warga sekitar. “Sampai hari ini masih belajar di luar sekolah. Ya menumpang di rumah warga,” ujarnya dalam wawancara pada Rabu (12/11/2025).

Junaidi menjelaskan bahwa sengketa lahan tersebut belum mendapatkan penyelesaian. Ia juga mencatat bahwa pemilik lahan telah memasang pagar bambu yang menutup akses masuk ke sekolah sejak Senin (10/11/2025). “Sejak Senin kemarin itu ditambah pagar bambu,” ungkapnya.

Akibat dari sengketa ini, siswa-siswi di SDN Lerpak 2 tidak memiliki ruang belajar yang memadai serta sarana belajar yang baik. Junaidi menyampaikan kekhawatirannya, mengingat 230 siswa akan menghadapi UTS yang dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama bulan Desember, dimulai dengan ujian praktik.

“Untuk UTS akan berlangsung sekitar minggu pertama bulan Desember, itu nanti mulai ujian praktik,” jelasnya. Dia berharap sengketa lahan ini segera mendapatkan titik terang, karena khawatir jika siswa terus belajar di teras rumah warga, mereka bisa mengalami masalah kesehatan.

“Apalagi saat ini musim hujan. Kami khawatir dengan kesehatan siswa,” imbuhnya.

Upaya Pemerintah Daerah untuk Menyelesaikan Masalah

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moh Yakub, mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan solusi untuk permasalahan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih berupaya melakukan verifikasi kepemilikan lahan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Belum ada solusi, kami melalui kuasa hukum sudah bersurat ke BPN untuk melakukan pengecekan,” pungkasnya.

Dampak Terhadap Kondisi Belajar Siswa

Masalah sengketa lahan ini tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan siswa. Saat ini, banyak siswa yang harus belajar di bawah teras rumah warga atau di mushala, yang tidak memiliki fasilitas pendukung seperti meja dan kursi yang layak.

Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama musim hujan, semakin memperparah situasi. Siswa sering kali terkena hujan atau kedinginan saat belajar di luar ruangan. Hal ini sangat berpotensi memengaruhi konsentrasi dan kesehatan anak-anak.

Harapan Masyarakat dan Pihak Sekolah

Masyarakat sekitar dan pihak sekolah berharap agar permasalahan ini segera selesai. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera menemukan solusi yang adil dan cepat, sehingga siswa dapat kembali belajar dalam lingkungan yang nyaman dan layak.

Dalam waktu dekat, pihak sekolah akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan tindakan yang tepat dilakukan. Selain itu, mereka juga akan memperhatikan kondisi kesehatan siswa dan memastikan tidak ada efek buruk yang muncul akibat belajar di luar ruangan.

Tantangan yang Di Hadapi

Sengketa lahan ini menjadi tantangan besar bagi pihak sekolah dan pengelola pendidikan. Selain mengganggu proses belajar, masalah ini juga memengaruhi citra sekolah dan kredibilitas institusi pendidikan.

Namun, meskipun situasi ini sangat memprihatinkan, pihak sekolah tetap berusaha untuk tetap memberikan pembelajaran yang maksimal kepada siswa. Mereka berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini secara cepat dan efektif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan