
Pertunjukan Sendratari dan Orkesta Musik Imperium Sriwijaya
Pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, pukul 15.00, Graha Budaya Sriwijaya di Palembang menjadi tempat berlangsungnya pertunjukan sendratari dan orkesta musik imperium Sriwijaya. Sebanyak 69 murid dari Srijayanasa Dance School dan Kakae Art Studio tampil dalam acara yang mengangkat tema tentang kejayaan kerajaan Sriwijaya.
Pertunjukan ini berjudul "Diskursus Kedukan Bukit Relasi Kuasa Dapunta Hyang Srijayanasa," yang menceritakan kisah perjalanan kerajaan Sriwijaya. Acara ini menampilkan anak-anak dengan usia mulai dari 4 tahun hingga remaja. Dengan diiringi orkestra, penampilan ini terlihat sangat megah dan memukau.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sendratari dan orkesta yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasi seni yang luar biasa. Mereka menyajikan kembali kejayaan dan misteri kerajaan Sriwijaya melalui harmonisasi musik dan keindahan tarian. Tampilan ini tidak hanya memperlihatkan bakat anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang mendalam.
Surtianigsih Mhum. dan Darta Meilando S.sn, pengurus Srijayanasa Dance School, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah konser kolaborasi antara orkesta dan tari. "Kali ini kita kemas secara kekinian dengan ide cerita dari Diskursus Kedukan Bukit Relasi Kuasa Dapunta Hyang Srijayanasa," ujarnya. Menurutnya, prasasti tersebut menjadi tanda lahirnya kota Palembang.
Dari proses pembuatan pertunjukan ini, ada dua sit yang diperkenalkan, yaitu sit pelayaran dan sit penaklukan. Prasasti itu mencerminkan adanya 25 ribu pasukan Sriwijaya. "Ini menceritakan Diskursus Kedukan Bukit Relasi Kuasa Dapunta Hyang Srijayanasa," tambahnya.
Yang tampil dalam pertunjukan ini, lanjutnya, adalah 69 murid dari sekolah tari dan musik, yaitu Srijayanasa Dance School dan Kakae Art Studio. "Sebenarnya ada lebih dari 100 siswa, namun 69 ini sudah sering tampil. Setelah ini, rencananya mereka akan tampil di China," jelasnya.
Di tempat yang sama, Ahmad Rapanie Igama, mantan kepala Taman Budaya Sriwijaya dan pelestari budaya Sumsel, menyampaikan bahwa konser ini merupakan bentuk ekspresi kesadaran sejarah. Ia menekankan bahwa Sumsel pernah memiliki peradaban yang tinggi.
Melalui konser ini, ia berharap anak-anak dapat melihat bagaimana kesadaran sejarah diberikan kepada mereka. "Anak-anak yang tampil dikenalkan dengan sejarah Sriwijaya. Sejarah ini harus dikenal sejak dini, jangan sampai mereka tidak tahu adanya sejarah," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa murid-murid dari Srijayanasa Dance School telah go Internasional. Mereka telah meraih penghargaan di Jepang dan Maroko, serta negara-negara lainnya. Hal ini tentu saja memberikan pendidikan yang bermanfaat bagi anak-anak usia dini.