
Aktivitas Belajar di SMAN 72 Jakarta Utara Masih Dilakukan Secara Daring
Aktivitas belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta Utara, Kecamatan Kelapa Gading, masih dilakukan secara daring (online) setelah insiden ledakan yang terjadi pada Sabtu (8/11/2025). Aparat kepolisian dan TNI Angkatan Laut (AL) masih berjaga di sekitar sekolah untuk menjaga keamanan dan membatasi akses masuk. Para siswa juga belum dapat kembali melakukan pembelajaran tatap muka.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa aparat kepolisian dan TNI AL masih berjaga di sekitar area sekolah. Sementara itu, seluruh siswa menjalani pembelajaran secara daring (online). “Iya, untuk sementara belajar dilakukan secara online,” ujar salah satu guru yang hendak memasuki area sekolah, Senin (10/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, setiap tamu yang hendak masuk ke lingkungan sekolah diwajibkan melapor dan mendapat izin dari petugas TNI yang berjaga di gerbang utama. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan pengamanan lebih lanjut.
Sebelumnya, warga Kelapa Gading dikejutkan oleh suara ledakan yang terdengar dari arah SMAN 72 Jakarta Utara pada Sabtu (8/11/2025). Salah satu warga, Retno Ariyanto, mengira suara keras tersebut berasal dari ban mobil kontainer yang pecah, karena bunyinya menyerupai ledakan besar yang biasa terdengar di kawasan tersebut.
“Awalnya saya kira ban truk pecah, tapi ternyata bukan. Saat saya pulang ke rumah, terlihat banyak siswa berlarian keluar dari sekolah. Beberapa siswi membuat barisan untuk membuka jalan evakuasi bagi teman-temannya,” ujar Retno.
Tak lama kemudian, ia mendengar kabar bahwa telah terjadi kebakaran di dalam lingkungan SMAN 72. “Saya sempat berteriak, ada apa, kenapa? Lalu dijawab oleh siswa bahwa ada kebakaran di sekolah,” ucapnya.
Hingga Senin (10/11/2025), situasi di SMAN 72 Jakarta Utara masih dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI dan Polri. Belum ada aktivitas tatap muka di area sekolah, dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan serta penanganan lanjutan terhadap penyebab ledakan. Pemerintah setempat bersama pihak sekolah juga masih mengkaji jadwal pemulihan kegiatan belajar tatap muka dengan mempertimbangkan faktor keamanan.
Penyelidikan Terkait Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara
Polisi menggeledah sebuah rumah di Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025), yang diduga menjadi tempat tinggal terduga pelaku ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan dilakukan tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, Densus 88 Antiteror, serta Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
“Tujuan penggeledahan adalah untuk mencocokkan barang bukti yang ditemukan di lokasi ledakan dengan benda-benda yang ada di rumah tersebut,” ujar Budi kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025) malam.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan sejumlah alat dan bahan yang memiliki kemiripan dengan barang bukti yang ditemukan di area sekolah. “Setelah dilakukan pendataan dan pengelolaan barang bukti, ternyata ada kesesuaian dari beberapa alat tersebut,” jelas Budi.
Meski demikian, Budi belum bersedia membeberkan secara detail jenis dan jumlah temuan itu. “Detailnya akan disampaikan dalam rilis resmi, mengingat pemeriksaan juga melibatkan tim dari Puslabfor Mabes Polri,” ujarnya. Ketika ditanya soal temuan serbuk yang juga ditemukan di lokasi sekolah, Budi membenarkan hal tersebut. Namun ia menegaskan hasil identifikasi bahan sepenuhnya menjadi kewenangan tim Puslabfor.
“Nanti rekan-rekan dari Puslabfor yang akan menjelaskan lebih lanjut, karena mereka memiliki keahlian di bidang itu,” kata Budi.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami sumber bahan ledakan serta motif dari peristiwa yang sempat menghebohkan dunia pendidikan di Jakarta Utara tersebut.