Siswa SMP Viral Gara-Gara Sandal Digunting Guru, Berprestasi Meski Kurang Mampu

admin.aiotrade 15 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Siswa SMP Viral Gara-Gara Sandal Digunting Guru, Berprestasi Meski Kurang Mampu
Siswa SMP Viral Gara-Gara Sandal Digunting Guru, Berprestasi Meski Kurang Mampu

Sosok KL, Siswa SMP yang Viral karena Sandal Dipotong Guru

Seorang siswa SMP di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, bernama KL menjadi perhatian publik setelah viral karena sandalnya dipotong oleh seorang guru sebagai bentuk teguran. Insiden ini terjadi pada Kamis (13/11/2025) lalu, ketika KL harus mengenakan sandal karena sepatunya rusak.

KL berasal dari keluarga nelayan yang tidak mampu. Ayahnya bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya, Wati, bekerja sebagai buruh pengupas kulit udang dengan penghasilan harian sekitar Rp 30.000 hingga Rp 40.000. Kondisi ekonomi keluarga semakin memprihatinkan setelah ayah KL harus dirawat di rumah sakit akibat infeksi paru-paru.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, KL dikenal sebagai siswa yang rajin belajar dan aktif dalam kegiatan agama. Ia sering menempati peringkat terbaik di kelas dan memiliki prestasi yang menonjol. Namun, kondisi finansial keluarganya membuatnya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti sepatu.

Pada hari insiden tersebut, cuaca sedang hujan dan jalanan becek, sehingga KL memilih menggunakan sandal untuk pergi ke sekolah. Saat tiba di sekolah, sandalnya dipotong oleh seorang guru sebagai bentuk teguran agar tidak ada siswa lain yang mengenakan sandal saat bersekolah.

Ketua PGRI Kabupaten Rohil, Muhaimin Sadri, menjelaskan bahwa kejadian ini sudah dimediasi oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rohil bersama pengurus PGRI Kecamatan Sinaboi. Menurutnya, tindakan guru dilakukan sebagai cara untuk memberikan teguran, tetapi metode yang digunakan dinilai kurang tepat.

"Sebenarnya guru kita mengasih teguran sama anak kita untuk pembelajaran, jangan sampai ada pembiaran dan anak lain mengikuti," ujar Muhaimin.

Dalam mediasi tersebut, KL diberikan bantuan berupa sepatu sekolah baru dari Disdikbud Rohil dan PGRI. Bantuan ini bertujuan agar ia tetap nyaman bersekolah tanpa terganggu oleh masalah kebutuhan dasar.

Perasaan KL dan Keluarga

Wati, ibu KL, mengakui bahwa putranya terkadang merasa iri melihat teman-temannya yang menerima bantuan. "Selama SMP ini anak saya tak pernah menerima bantuan apa-apa, waktu dulu ada bantuan tapi sampai Kelas 4 SD setelah itu stop, makanya dia iri nengok kawan-kawannya dapat," kata Wati.

Meski demikian, Wati mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia berharap insiden ini menjadi evaluasi bagi semua pihak agar tidak terulang kembali di masa depan.

Kembali ke Sekolah

Pada Jumat (14/11/2025), saat wartawan mendatangi sekolah, proses belajar mengajar telah selesai. Tidak ada pihak sekolah yang bisa dimintai keterangan lebih lanjut mengenai insiden tersebut. Muhaimin memastikan bahwa masalah ini sudah ditangani dan KL telah kembali bersekolah seperti biasa.

Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi pelajaran penting bagi guru dan siswa agar lebih bijak dalam menangani situasi serupa di kemudian hari.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan