Siswi SMP Sumsel Dianiaya Adik Kelas Karena Salah Kirim Stiker di WhatsApp

admin.aiotrade 19 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Siswi SMP Sumsel Dianiaya Adik Kelas Karena Salah Kirim Stiker di WhatsApp
Siswi SMP Sumsel Dianiaya Adik Kelas Karena Salah Kirim Stiker di WhatsApp

Kasus Perundungan Siswa SMP Karang Jaya Muratara

Sebuah kasus perundungan yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kini menjadi perhatian masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, Zazili, mengungkapkan fakta terbaru mengenai kejadian ini.

Menurut Zazili, penganiayaan terjadi karena korban salah mengirimkan stiker ke WhatsApp pelaku. Hal ini menjadi pemicu tindakan perundungan yang dilakukan oleh adik kelas korban. Ia menyatakan bahwa pihak sekolah telah memanggil wali murid dari korban dan pelaku untuk melakukan mediasi. Mediasi tersebut berlangsung dengan cara adat, yaitu tepung tawar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Perlu diketahui, mediasi ini dilakukan sebelum video perundungan tersebar di media sosial dan menjadi viral. Namun, setelah video tersebut beredar, pihak sekolah baru mengetahui kronologi sebenarnya.

Tindakan Lanjutan dari Dinas Pendidikan

Sebagai tindak lanjut terhadap video yang beredar, Dinas Pendidikan mengadakan pertemuan lanjutan. Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Camat Karang Jaya, Lurah Karang Jaya, Kepala Desa Embacang Baru Ilir, Perwakilan dari Koramil Karang Jaya, Perwakilan dari Polsek Karang Jaya, serta wali siswa dari korban dan pelaku.

Zazili menjelaskan bahwa perundungan dipicu oleh korban yang salah mengirimkan gambar stiker WhatsApp ke pelaku. Setelah itu, korban menghapus pesan tersebut. Pelaku merasa tersinggung dan kemudian melakukan tindakan perundungan.

Keesokan harinya, korban diajak oleh pelaku untuk pulang bersama. Saat berboncengan dengan sahabat masing-masing, korban diminta untuk berhenti dan menepi. Siswa yang merekam video tersebut menendang motor korban, sehingga terjadi tindakan perundungan.

Tindakan dari Sekolah dan Keluarga Korban

Dari pihak sekolah, pelaku diberikan skorsing selama 1 minggu. Sementara itu, keluarga korban meminta agar pelaku dikeluarkan dari sekolah. Zazili menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku perundungan, termasuk siswa lain yang menjadi penonton tanpa melakukan tindakan pencegahan dalam video tersebut.

Sebelumnya, keluarga korban juga sudah membuat laporan polisi terkait kasus ini. Meskipun sebelumnya, pihak korban dan pelaku sudah melakukan tepung tawar sebagai simbolisasi perdamaian, keluarga tetap berharap pelaku dihukum sebagai bentuk efek jera dan tidak lagi melakukan perundungan kepada orang lain.

Penjelasan dari Pihak Kepolisian

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, melalui Kasat Reskrim Iptu Nasirin, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh keluarga korban. Meski pihak korban dan pelaku sudah melakukan perdamaian, pihak kepolisian tetap akan memproses kasus ini sesuai ketentuan hukum.

Kesimpulan

Kasus perundungan ini menunjukkan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dari seluruh pihak terkait, baik dari sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan