Skema Swakelola Bangkitkan Kualitas Pendidikan dan Ekonomi Blora

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Skema Swakelola Bangkitkan Kualitas Pendidikan dan Ekonomi Blora
Skema Swakelola Bangkitkan Kualitas Pendidikan dan Ekonomi Blora

Pemerintah Konsisten Bangun Pendidikan Berkualitas

Pemerangkapan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, menjadi fokus utama pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Salah satu bentuk nyata dari komitmen ini adalah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang kini dijalankan dengan sistem swakelola.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora pada hari Kamis, 6 November 2025. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan program revitalisasi sekolah di wilayah tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pastikan Program Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata

Dr. Mariman menjelaskan bahwa kegiatan monev dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal, baik bagi sekolah maupun masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa revitalisasi bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendorong semangat belajar siswa.

Dalam kunjungannya, Dr. Mariman meninjau tiga sekolah penerima program, yaitu SMK NU Kedungtuban, SMP Muhammadiyah Kedungtuban, dan SMPN 2 Ngawen. Menurutnya, ketiga sekolah tersebut menjadi contoh penerapan program yang tidak hanya efisien, tetapi juga inklusif dengan melibatkan masyarakat setempat.

Swakelola: Sistem Baru yang Lebih Transparan dan Efisien

Berbeda dengan pola sebelumnya, program revitalisasi tahun ini menggunakan sistem swakelola, di mana dana bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah. Pengelolaan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di bawah tanggung jawab kepala sekolah.

Sistem ini memberi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan kebutuhan revitalisasi sesuai kondisi lapangan, sekaligus memastikan setiap langkah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. “Skema swakelola ini punya nilai strategis. Selain meningkatkan mutu pendidikan, juga menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan tenaga kerja sekitar serta memberdayakan UMKM penyedia bahan bangunan,” jelas Dr. Mariman.

Sekolah Rasakan Dampak Nyata Swakelola

Kepala SMPN 2 Ngawen, Lilik Dwi Aristianto, mengaku sangat merasakan manfaat sistem baru ini. Dengan pengelolaan dana yang efisien, sekolahnya mampu memperluas cakupan revitalisasi ruang kelas. “Awalnya kami hanya menargetkan rehabilitasi enam ruang kelas. Tapi berkat efisiensi dan pengelolaan yang baik, akhirnya tujuh ruang berhasil kami perbaiki,” ungkap Lilik.

Selain itu, sistem swakelola juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki di kalangan warga sekolah. Semua pihak — guru, komite, hingga masyarakat sekitar ikut berperan aktif dalam menjaga hasil pembangunan.

Bangkitkan Ekonomi Lokal Lewat Pemberdayaan Sekolah

Salah satu nilai lebih dari sistem ini adalah dampak ekonominya. Proses revitalisasi sekolah tak hanya membenahi infrastruktur pendidikan, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal Blora. Banyak warga sekitar ikut terlibat sebagai pekerja bangunan, sementara pelaku UMKM lokal mendapat peluang menjadi penyedia material konstruksi. Dengan begitu, manfaat program ini tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, tapi juga mengalir ke masyarakat luas.

“Kita ingin program ini memberi efek berlapis — pendidikan meningkat, ekonomi masyarakat bergerak. Jadi sekolah tidak hanya jadi tempat belajar, tapi juga pusat pemberdayaan,” tegas Dr. Mariman Darto.

Menurut Dr. Mariman, revitalisasi sekolah berbasis swakelola ini merupakan langkah konkret Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem pendidikan yang mandiri dan berdaya saing. Ia menegaskan, keberhasilan program ini akan menjadi model bagi daerah lain untuk diterapkan secara lebih luas.

“Kita ingin membangun pendidikan yang punya roh kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Revitalisasi ini bukan proyek sekali jalan, tapi bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat,” ujarnya menutup kunjungan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan