
SMA Negeri 72 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tampak tenang pada hari Rabu (12/11) pagi. Pada pukul 07.58 WIB, tidak terlihat aktivitas belajar mengajar secara langsung di lingkungan sekolah tersebut.
Hanya beberapa kendaraan yang terparkir di depan sekolah, tanpa kehadiran mobil aparat. Di depan gerbang sekolah, terlihat sejumlah anggota TNI AL berjaga dan melakukan pendataan terhadap siapa pun yang ingin masuk ke area sekolah. Sebuah meja pendataan dan tenda berwarna biru juga berdiri di depan gerbang untuk mendukung proses pemeriksaan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meski Gubernur DKI Jakarta telah memberikan izin pembelajaran tatap muka, hingga kini aktivitas belajar di SMA Negeri 72 masih dilakukan secara daring. Selain itu, belum tampak keberadaan mobil layanan psikologi dari kepolisian maupun Dinas PPAPP DKI Jakarta di sekitar area sekolah.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut siswa SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sudah bisa kembali menjalani pembelajaran tatap muka jika bersedia.

“Berkaitan dengan proses belajar yang ada di SMA Negeri 72, kami sudah memberikan kebebasan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Nahdiana). Karena kemarin memang saya minta untuk daring,” ujar Pramono di Gedung AA Maramis, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (11/11).
“Dan ternyata memang sebagian murid itu malah ingin tetap secara langsung,” lanjutnya.
Ia mengatakan, proses belajar mengajar secara langsung kini bisa kembali dilakukan, karena seluruh data dan barang bukti terkait peristiwa ledakan sudah ditangani pihak kepolisian.
Adapun ledakan terjadi pada Jumat (7/11) saat siswa tengah melaksanakan Salat Jumat. Berdasarkan data terbaru, total ada 32 korban ledakan yang masih dirawat di tiga rumah sakit berbeda, yakni RSI Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Polri. Sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat ledakan.
Penyebab Ledakan Masih Dalam Penyelidikan
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72. Meskipun pihak kepolisian telah menyelesaikan penanganan data dan barang bukti, masyarakat masih penasaran dengan alasan pasti di balik peristiwa tersebut.
Beberapa siswa dan guru mengungkapkan bahwa mereka merasa khawatir akan keamanan sekolah setelah kejadian tersebut. Banyak dari mereka memilih untuk tetap menggunakan metode pembelajaran jarak jauh sebagai langkah pencegahan.
Persiapan Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka
Meski izin pembelajaran tatap muka telah diberikan oleh pihak berwenang, beberapa fasilitas dan langkah keamanan masih dalam proses persiapan. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah pengamanan lingkungan sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga sedang mempersiapkan sistem pengecekan kehadiran dan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua siswa dan guru merasa aman dan nyaman saat kembali belajar secara langsung.
Dukungan dari Pihak Terkait
Dari sisi psikologis, pihak sekolah dan dinas pendidikan berharap adanya bantuan dari layanan psikologi yang dapat membantu siswa dan guru dalam mengatasi trauma akibat ledakan. Namun, hingga kini, belum ada informasi resmi tentang kehadiran layanan tersebut di lingkungan sekolah.
Beberapa pihak juga menyarankan agar pihak sekolah terus meningkatkan komunikasi dengan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua pihak saling memahami dan mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pihak sekolah.
Kesimpulan
Meskipun izin pembelajaran tatap muka telah diberikan, SMA Negeri 72 masih dalam proses persiapan untuk kembali membuka akses belajar secara langsung. Keamanan dan kenyamanan siswa serta guru menjadi prioritas utama.
Selain itu, dukungan dari pihak terkait seperti polisi dan dinas kesehatan sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar yang aman dan efektif.