SMIL Targetkan Pendapatan Rp600 Miliar, Ini Faktor Pendorongnya

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
SMIL Targetkan Pendapatan Rp600 Miliar, Ini Faktor Pendorongnya


aiotrade, JAKARTA—PT Sarana Mitra Luas Tbk. (SMIL), perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan alat berat dan logistik, menetapkan target pendapatan sebesar Rp600 miliar pada tahun 2026. Target ini ditujukan sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis di sektor pertambangan batu bara.

Direktur Utama SMIL, Hadi Suhermin, menyatakan bahwa peningkatan permintaan jasa alat berat di sektor tambang akan menjadi pendorong utama pencapaian target pendapatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pasar penyewaan alat berat di kawasan tambang memiliki potensi besar, terlebih karena batu bara masih menjadi salah satu pilar utama ketahanan energi nasional.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami melihat peluang yang sangat besar dalam penyewaan alat berat di kawasan tambang. Batu bara tetap menjadi sumber energi penting, dan kami siap menjadi mitra strategis dengan menyediakan alat berat yang efisien dan andal,” ujar Hadi dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (12/10/2025).

Untuk memperkuat posisi perusahaan, SMIL secara resmi memperluas lini usaha ke sektor pertambangan melalui skema Joint Operation (JO) dengan beberapa mitra strategis. Kerja sama ini dilakukan di bawah payung Sarana Cipta Minergi (SCM). Selain itu, SMIL juga bekerja sama dengan PT Barakara dan PT ATOZ, yang merupakan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Dalam struktur kerja sama ini, SCM menguasai 40% saham operasional, sedangkan SMIL bertindak sebagai penyedia alat berat utama. Alat-alat yang disediakan mencakup dump truck, excavator, dozer, serta peralatan pendukung lainnya.

Tambang baru yang dikelola melalui JO ini berlokasi di Painan, Sumatera Barat. Target produksi awal adalah 200.000 metrik ton per bulan, dengan potensi peningkatan hingga 500 ribu ton per bulan. Kualitas batu bara yang dihasilkan mencapai GAR 7000 kcal, dan kontribusi SMIL dalam penyediaan armada alat berat diproyeksikan setara dengan kapasitas 4 juta ton per tahun.

Ekspansi ini diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan berulang (recurring income) yang signifikan, sekaligus memperluas portofolio bisnis SMIL di luar sektor transportasi dan logistik.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap PDB nasional mencapai Rp2.198 triliun atau sekitar 10,5% pada tahun 2023. Proyeksi pertumbuhan sektor ini hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp273,4 triliun.

Hadi menegaskan bahwa langkah SMIL masuk ke sektor pertambangan bukan hanya untuk menambah sumber pendapatan baru, tetapi juga menciptakan sinergi bisnis dengan lini usaha utama perusahaan.

“Penyediaan alat berat di tambang akan meningkatkan utilisasi armada kami secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi SMIL dalam rantai pasok pertambangan nasional,” tegasnya.

Dengan kombinasi strategi ekspansi, efisiensi operasional, dan potensi pasar yang besar, SMIL optimistis bahwa target pendapatan sebesar Rp600 miliar pada tahun 2026 akan tercapai. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat pondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan