Soal Isu Black Mamba di Rumahnya, Sahroni Sebut Foto Tahun 2020 di Lebanon

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Soal Isu Black Mamba di Rumahnya, Sahroni Sebut Foto Tahun 2020 di Lebanon


Ahmad Sahroni Menyangkal Isu Benda Black Mamba di Rumahnya

Ahmad Sahroni, anggota DPR RI nonaktif, menyangkal adanya benda yang disebut black mamba di rumahnya saat terjadi penjarahan. Foto yang beredar di media sosial dipastikan tidak berasal dari lokasi kejadian, yaitu rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia menyatakan bahwa isu tersebut sengaja disebar untuk menyerang dirinya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sahroni mengklaim bahwa pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab mencoba mempermalukannya dengan membuat narasi palsu. Ia menilai, ada kelompok yang merencanakan serangan terhadap reputasinya secara sistematis.

“Diduga ada pihak-pihak yang sengaja merencanakan pemojokan karakter Ahmad Sahroni. Ada alat-alat yang digunakan sekelompok orang untuk menghajar saya. Ini alat loh, alat besar yang dipakai,” ujarnya dalam tayangan YouTube Total Politik yang dikutip pada Sabtu (8/11).

Menurutnya, foto benda yang disebut black mamba itu justru diambil di Lebanon pada tahun 2020. Oleh karena itu, tidak ada kaitannya sama sekali dengan peristiwa penjarahan yang terjadi di rumahnya pada Agustus 2025.

“Black mamba, bayangkan itu kejadian di rumah di Lebanon tahun 2020. Dikeluarkan, kan gila. Dituduh kita yang ‘black mamba’. Itu kan serangan sistematis, bersamaan. Sengaja dibuat hoaks,” jelas Sahroni.

Ia juga mengaku mendapat banyak serangan hoaks setelah kejadian kerusuhan Agustus 2025. Bahkan, serangan tersebut juga menimpa anggota keluarganya, termasuk anak-anaknya.

“Kasian juga mereka, dua-duanya (anak) di-bully. Dihujat anak haram lah, jahaham. Bayangin, ya Allah ya Tuhan bahasanya,” tambahnya.

Penjelasan Lebih Lanjut

Sahroni menjelaskan bahwa ia dan keluarganya menghadapi berbagai bentuk serangan informasi palsu pasca-peristiwa tersebut. Hal ini tidak hanya menimpa dirinya sendiri, tetapi juga melibatkan orang-orang terdekat.

  • Serangan hoax ini terasa sangat menyakitkan, terutama bagi keluarga.
  • Anak-anaknya menjadi korban dari penghinaan dan caci maki yang tidak pantas.
  • Pemilik akun media sosial yang menyebarluaskan informasi palsu tidak bertanggung jawab atas dampaknya.

Selain itu, Sahroni juga menyampaikan bahwa ia tidak akan diam terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia berharap agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial.

Kesimpulan

Dalam wawancaranya, Ahmad Sahroni menegaskan bahwa semua informasi yang beredar tentang kejadian di rumahnya adalah hoaks. Ia menilai bahwa isu black mamba yang beredar adalah upaya untuk merusak citranya. Selain itu, ia juga menyampaikan rasa prihatin terhadap dampak negatif yang dialami oleh keluarganya akibat serangan informasi palsu.

Sahroni berharap agar masyarakat dapat lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah percaya terhadap berita-berita yang belum terbukti kebenarannya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan terus berjuang untuk membersihkan nama baiknya serta melindungi keluarganya dari serangan yang tidak adil.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan