
Pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional
Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, akan menerima gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto. Informasi ini dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat berada di Kertanegara, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (9/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
βYa, masuk, masuk (Soeharto),β ujarnya saat dikonfirmasi mengenai penerimaan gelar tersebut.
Selain Soeharto, ada sembilan tokoh lain yang juga akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Namun, Prasetyo belum mengungkapkan siapa saja mereka. Ia hanya memastikan bahwa Soeharto termasuk dalam daftar penerima penghargaan tersebut.
Alasan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional
Istana menjelaskan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto merupakan bentuk penghormatan terhadap para pendahulu yang memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Menurut Prasetyo, hal ini adalah bagian dari upaya untuk menghargai para pemimpin yang telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap bangsa dan negara.
Selain Soeharto, nama Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pejuang buruh Marsinah juga disebut-sebut akan menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Menurut Menteri Sosial Republik Indonesia Syaifullah Yusuf, selain nama-nama tersebut, masih banyak tokoh pejuang dari berbagai provinsi di Indonesia yang diusulkan ke pemerintah pusat untuk dianugerahi gelar serupa.
βItu banyak sekali. Nanti kita tinggal menunggu siapa saja yang akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun ini,β tambahnya.
Pengumuman oleh Presiden Prabowo
Prabowo rencananya akan mengumumkan langsung penerima gelar Pahlawan Nasional kepada publik pada Senin (10/11/2025) atau bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Pro dan Kontra terhadap Pengusulan Soeharto
Pengusulan Soeharto sebagai pahlawan nasional mendapat pro dan kontra dari sejumlah kalangan masyarakat, akademisi, serta aktivis. Belum lama ini, sebanyak 500 aktivis dan akademisi menyatakan penolakan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
Penolakan juga datang dari Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Bonnie Triyana. Namun, di sisi lain, ada pihak yang mendukung Soeharto untuk dianugerahi gelar tersebut. Dukungan di antaranya datang dari sejumlah organisasi massa (ormas) Islam, seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).