Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Mbak Tutut Bantah Ada yang Dirahasiakan

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Mbak Tutut Bantah Ada yang Dirahasiakan

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan penghargaan status pahlawan nasional kepada Soeharto, presiden Indonesia yang kedua sekaligus mantan mertuanya. Penghargaan ini diberikan pada hari Senin (10/11) dalam sebuah upacara di Istana Negara, Jakarta.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam seremoni tersebut, status pahlawan nasional diserahkan secara simbolis kepada dua anak Soeharto, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana atau lebih dikenal dengan nama Mbak Tutut dan Bambang Trihatmodjo. Keduanya berada di barisan terdepan perwakilan penerima anugerah pahlawan nasional. Nama Soeharto disebut sebagai penerima ke dua setelah presiden ketiga Indonesia, Abdurrahman Wahid, yang juga dianugerahi status pahlawan nasional.

Di barisan depan, hadir pula keluarga Marsinah, seorang buruh perempuan yang tewas dibunuh saat bekerja di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, pada tahun 1993.

Berdasarkan keputusan Presiden Prabowo, Soeharto mendapatkan status pahlawan nasional di bidang perjuangan dan politik. Pemandu seremoni menyampaikan bahwa Soeharto menonjol sejak era kemerdekaan sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta. Ia juga memimpin pelucutan senjata Jepang di Kota Baru pada tahun 1945.

Apa respons dari keluarga Soeharto?

Setelah upacara, Mbak Tutut menyampaikan bahwa adanya pro-kontra terhadap pemberian status pahlawan nasional kepada ayahnya adalah hal yang wajar. Menurutnya, keluarga hanya melihat apa yang telah dilakukan oleh ayahnya sejak muda hingga meninggal dunia, termasuk perjuangannya untuk bangsa Indonesia.

"Boleh saja ada yang kontra, tapi jangan sampai ekstrem. Yang penting kita menjaga persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Selain itu, Tutut juga mengatakan bahwa keluarganya tidak merasa dendam atau kecewa terhadap mereka yang kontra. Menurutnya, publik memiliki hak untuk menilai sosok Soeharto sesuai dengan penilaian mereka sendiri.

"Rakyat sudah semakin pintar, apalagi wartawan, bisa melihat apa yang dilakukan Bapak. Mereka bisa menilai sendiri," katanya.

"Tidak perlu membela diri, karena semua sudah terlihat dan tidak ada yang ditutupi."

Secara khusus, Tutut menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo dan kelompok masyarakat yang mendukung pencalonan Soeharto menjadi pahlawan nasional. Menurutnya, karena Prabowo adalah seorang tentara, mungkin ia lebih memahami perjuangan Soeharto sejak dulu kala.

"Namun, beliau melakukan ini juga berdasarkan aspirasi masyarakat," ujarnya.

Selain Soeharto, siapa saja pahlawan nasional baru lainnya?

Berikut adalah daftar pahlawan nasional baru:

  • Abdurrahman Wahid – Bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam.
  • Marsinah – Pahlawan bidang perjuangan dan kemanusiaan. Dalam seremoni, Marsinah disebut sebagai simbol keberanian, moral, dan perjuangan hak asasi manusia dari kalangan rakyat biasa.
  • Dia tumbuh dalam keluarga petani miskin yang menanamkan nilai kerja dan keadilan sosial.

  • Mochtar Kusumaatmadja – Bidang hukum dan politik. Gagasan tentang konsep negara kepulauannya digunakan oleh Djuanda Kartawijdaya pada tahun 1953.

  • Rahmah El Yunusiyah – Bidang perjuangan pendidikan Islam. Rahmah adalah ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan. Dedikasinya yang paling menonjol adalah mempelopori pendidikan perempuan Islam.
  • Sarwo Edi Wibowo – Bidang perjuangan bersenjata. Rekam jejaknya dimulai dari Tentara Keamanan Rakyat pada Perang Kemerdekaan 1945–1949.
  • Sarwo Edi adalah mertua Presiden Indonesia ketiga, Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus kakek dari Agus Harimurti Yudhoyono yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

  • Sultan Muhammad Salawudin – Bidang pendidikan dan diplomasi.

  • Syaikhona Kholil – Bidang pendidikan Islam.
  • Tuan Rondahaim Saragih – Bidang perjuangan bersenjata. Diklaim sebagai Napoleon dari Tanah Batak karena pasukannya melawan kolonialisme Belanda.
  • Zainal Abidin Syah – Bidang perjuangan politik dan diplomasi. Dia adalah Sultan Tidore ke-37.

Artikel ini akan terus diperbarui, termasuk dengan analisis para pakar dan berkas atau dokumen resmi sejarah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan