
Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto. Penghargaan ini diberikan dalam upacara kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11).
Keputusan pemberian gelar tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116 TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Dalam pembacaan keputusan tersebut, Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Kosasih menyebutkan bahwa almarhum H. Jenderal Besar TNI M. Soeharto merupakan tokoh dari Provinsi Jawa Tengah dengan nomor urut 2.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto diterima oleh ahli warisnya, yaitu Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Bambang Trihatmodjo. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) serta Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo (Didit Hediprasetyo).
Upacara penganugerahan gelar tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025. Setiap tahunnya, peringatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 November sebagai bentuk penghargaan negara kepada para tokoh yang berjasa besar bagi bangsa dan negara.
Meski pemberian gelar ini telah disematkan, tidak sedikit masyarakat yang mengkritik tindakan tersebut. Sebagian publik menilai bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto tidak layak, mengingat rekam jejak masa Orde Baru yang dinilai penuh dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Beberapa kalangan menilai bahwa gelar tersebut justru mengabaikan kontribusi negatif yang ditinggalkan selama kepemimpinan Soeharto. Namun, pihak yang mendukung tetap berpendapat bahwa Soeharto memiliki peran penting dalam membangun stabilitas politik dan ekonomi Indonesia pada masa itu.
Berikut beberapa poin penting terkait penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto:
- Dasar hukum: Keputusan Presiden Nomor 116 TK Tahun 2025 yang menjadi dasar pemberian gelar tersebut.
- Tokoh yang menerima: Ahli waris Soeharto, yaitu Tutut Soeharto dan Bambang Trihatmodjo.
- Kontroversi: Banyak pihak mengkritik karena masa kepemimpinan Soeharto dinilai penuh dengan pelanggaran HAM dan kasus KKN.
- Tujuan upacara: Bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Titiek Soeharto dan Didit Hediprasetyo. Meskipun demikian, tidak semua pihak sepakat dengan pemberian gelar tersebut.
Dari segi historis, masa pemerintahan Soeharto dikenal dengan Orde Baru yang membawa dampak signifikan terhadap perkembangan Indonesia. Meski ada kritik terhadap kebijakan yang diambil, banyak yang berpendapat bahwa Soeharto berhasil menciptakan stabilitas politik dan ekonomi yang relatif baik selama periode kepemimpinannya.
Namun, seiring berjalannya waktu, kritik terhadap era Orde Baru semakin meningkat, terutama terkait dengan pelanggaran HAM yang terjadi pada masa itu. Hal ini membuat pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto menjadi kontroversial.
Di sisi lain, pihak yang mendukung tetap menilai bahwa Soeharto memiliki peran penting dalam membangun fondasi pemerintahan yang stabil. Mereka berargumen bahwa gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar yang diberikan Soeharto kepada bangsa dan negara.
Seiring dengan perayaan Hari Pahlawan Nasional 2025, upacara ini menjadi momen penting dalam mengingatkan masyarakat akan peran para tokoh yang berjasa dalam sejarah Indonesia. Meski pemberian gelar ini masih menjadi perdebatan, acara tersebut tetap menjadi bagian dari tradisi nasional yang bertujuan untuk menghormati para pahlawan.