Soeharto Terima Gelar Pahlawan Nasional, Ini Deretan Jasa Besarnya

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Soeharto Terima Gelar Pahlawan Nasional, Ini Deretan Jasa Besarnya

Sosok Soeharto dan Perjuangannya yang Mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional

Soeharto, salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada hari Pahlawan 10 November 2025. Ia menjadi salah satu dari sembilan tokoh lainnya yang mendapatkan penghargaan ini. Penganugerahan gelar tersebut diberikan oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 6 November 2025.

Penghargaan untuk Soeharto diterima oleh ahli warisnya, yaitu Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardijanti Rukmana. Dalam kategori Bidang Perjuangan, Soeharto diakui atas perjuangannya yang menonjol sejak masa kemerdekaan. Narator saat pemberian tanda gelar kepada ahli waris menyebutkan bahwa Jenderal Soeharto menonjol sejak masa kemerdekaan. Sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta, ia memimpin pelucutan senjata Jepang di Kota Baru pada tahun 1945.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Riwayat Hidup Soeharto

Soeharto lahir pada 8 Juni 1921 di Kemusuk, dekat kota Jogjakarta, dan meninggal pada 27 Januari 2008. Ia adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia yang menjabat selama 31 tahun dan 70 hari, menjadikannya presiden dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Indonesia. Selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda, Soeharto bertugas di pasukan keamanan Indonesia yang diorganisasi oleh Jepang.

Selama perjuangan kemerdekaan Indonesia, ia bergabung dengan Tentara Indonesia yang baru dibentuk dan naik pangkat menjadi mayor jenderal beberapa waktu setelah kemerdekaan penuh Indonesia tercapai. Upaya kudeta pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 digagalkan oleh pasukan yang dipimpin Soeharto. Pada bulan Maret 1967, MPRS mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden, dan ia dilantik sebagai Presiden pada tahun berikutnya.

Di bawah pemerintahan Orde Baru-nya, Soeharto membangun pemerintahan yang kuat, tersentralisasi, dan didominasi militer. Kemampuannya untuk menjaga stabilitas di Indonesia yang luas dan beragam serta sikapnya yang tegas anti-komunis membuatnya memperoleh dukungan ekonomi dan diplomatik dari Barat selama Perang Dingin. Melihat sepak terjangnya di industrialisasi yang signifikan, Soeharto ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan.

Penghargaan dan Kiprah Soeharto

Pada tahun 1986, Soeharto dianugerahi Medali Ceres oleh FAO atas upayanya mencapai swasembada beras. Ia meninggal pada bulan Januari 2008 dan menerima pemakaman militer kenegaraan dengan penghormatan penuh. Pemerintah Indonesia mengumumkan masa berkabung nasional selama seminggu dan banyak pemimpin dunia memberikan penghormatan terakhir kepadanya.

Masa jabatannya yang panjang membuatnya dipuji karena menjadikan Indonesia sebagai kisah sukses ekonomi, membawa stabilitas ke kawasan tersebut, khususnya selama periode Perang Dingin, dan memimpin Indonesia ketika negara itu memainkan peran penting dalam urusan internasional.

Keluarga Soeharto

Soeharto bertemu Raden Ayu Siti Hartinah saat usianya 26 tahun. Saat itu mereka dijodohkan oleh orang tua angkat Soeharto. Tanpa melalui proses pacaran, perkawinan antara Letnan Kolonel (Letkol) Soeharto dengan Siti Hartinah (yang kemudian dikenal dengan Tien Soeharto) segera dilangsungkan pada 26 Desember 1947 di Solo. Ketika itu, usia Soeharto 26 tahun, sedangkan Siti Hartinah berusia 24 tahun.

Pasangan ini dikaruniai enam putra-putri, yaitu Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan