Sosialisasi Efisiensi Energi: Anggota DPR dan Akademisi Bahas Optimasi SDA dan Diversifikasi Pangan

admin.aiotrade 17 Des 2025 4 menit 14x dilihat
Sosialisasi Efisiensi Energi: Anggota DPR dan Akademisi Bahas Optimasi SDA dan Diversifikasi Pangan
Sosialisasi Efisiensi Energi: Anggota DPR dan Akademisi Bahas Optimasi SDA dan Diversifikasi Pangan

Pentingnya Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Diversifikasi Pangan

Anggota DPR RI Komisi VI, Ida Nurlaela Wiradinata, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta inovasi dalam diversifikasi pangan nasional. Salah satu langkah strategis yang menjadi fokus adalah pengembangan tanaman sorgum sebagai alternatif bahan pangan dan energi terbarukan.

Dalam kegiatan Sosialisasi Efisiensi dan Penghematan Energi di Aula Hotel The Priangan, Ciamis, Jawa Barat, Ida menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, namun pengelolaannya perlu dilakukan dengan bijak dan efisien. "Kita tahu bagaimana cara penggunaan efisiensi energi yang harus dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Energi itu tidak harus selalu dihasilkan dari sumber daya alam seperti batu bara atau bahan fosil. Contohnya, untuk BBM kita bisa menggunakan bioetanol," ujarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meskipun teknologi kendaraan di Indonesia belum sepenuhnya dapat menggunakan bahan bakar bioetanol secara total, langkah menuju energi terbarukan tetap perlu digalakkan sebagai bentuk inovasi energi masa depan. Ida juga menyoroti potensi tanaman sorgum yang kini mulai dikembangkan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat.

Sorgum dinilai memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai pangan alternatif pengganti beras, tetapi juga sebagai sumber energi terbarukan (bioetanol) yang ramah lingkungan. "Sorgum adalah salah satu solusi dalam upaya diversifikasi pangan nasional. Indonesia sebagai negara agraris tropis harus mengoptimalkan hasil pertaniannya, bukan justru kehilangan lahan karena industrialisasi," jelasnya.

Selain bernilai ekonomi tinggi, sorgum juga memiliki manfaat kesehatan, di antaranya berpotensi menurunkan kadar gula darah dan menjadi bahan dasar inovasi pangan sehat. Ida juga menegaskan pentingnya riset dan inovasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi, seperti Universitas Pasundan (UNPAS) untuk mengembangkan nilai tambah dari komoditas lokal ini.

"Kami berharap kebijakan negara lebih berpihak kepada pertanian. Dengan memanfaatkan tanaman seperti sorgum, kita bisa memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang industri baru, dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku," ucapnya.

Sorgum Tumbuh Subur di Lahan Kering Jawa Barat

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Pasundan, Prof. Dr. Ir. Wisnu Cahyadi M.Si., menambahkan bahwa tanaman sorgum sangat cocok dikembangkan di lahan-lahan kering dengan kebutuhan air yang rendah. "Sorgum cocok di lahan yang kering dan sedikit air. Di Jawa Barat, tanaman ini sudah berhasil dikembangkan dari hulu ke hilir di Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kuningan, Subang, hingga Sukabumi," ungkap Prof. Wisnu.

Menurutnya, pengembangan selanjutnya direncanakan akan dilakukan di wilayah Cimerak, Pangandaran, dengan kerja sama antara pihak akademisi, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Pertahanan (Kemhan). "Kami juga masih menjajaki lahan di Ciamis. Jika ada informasi terkait lahan yang potensial, silakan disampaikan kepada kami agar bisa kami laporkan ke Kementan," ujarnya.

Prof. Wisnu menekankan bahwa keberhasilan pengembangan sorgum juga harus diikuti dengan penciptaan kepastian pasar. "Kepastian pasar harus diciptakan. Kami dan tim berusaha membangun pasar dari tingkat pedesaan, dan kami siap menjadi off-taker hasil pertanian sorgum," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Anggota DPR RI Ida Nurlaela yang berperan menjembatani komunikasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait. "Dengan bantuan Ibu Ida, kami berharap sinergi dengan pemerintah dapat memperkuat rantai produksi sorgum dari hulu hingga hilir. Kami di Sorgum Center juga siap menampung hasil pertanian dan membantu petani mengakses pasar," tukasnya.

Manfaat Sorgum bagi Masyarakat dan Lingkungan

Sorgum tidak hanya bermanfaat sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Dengan kemampuannya untuk tumbuh di lahan kering, sorgum menjadi solusi yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan air. Hal ini sangat penting mengingat kondisi iklim yang semakin tidak menentu.

Selain itu, sorgum juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Petani dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan sorgum, baik dalam bentuk biji maupun olahan. Dengan adanya pasar yang pasti, petani akan lebih termotivasi untuk menanam sorgum dan memperluas areal pertanian.

Tidak hanya itu, sorgum juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat. Biji sorgum kaya akan serat, protein, dan nutrisi lainnya yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, sorgum juga dapat digunakan sebagai bahan dasar produk pangan sehat yang ramah lingkungan.

Langkah-Langkah untuk Mendorong Pengembangan Sorgum

Untuk mempercepat pengembangan sorgum, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat sorgum sebagai bahan pangan dan energi terbarukan.
  • Penguatan infrastruktur pertanian, seperti penyediaan benih berkualitas dan akses ke pasar.
  • Pengembangan riset dan inovasi di bidang pertanian dan energi terbarukan.
  • Pembinaan petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menanam dan mengolah sorgum.

Dengan komitmen bersama, pengembangan sorgum dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan dan memajukan sektor pertanian di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan