Penghargaan Pahlawan Nasional untuk 10 Tokoh, Termasuk Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh yang dianggap memiliki kontribusi besar dalam berbagai bidang. Penganugerahan ini dilakukan di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (10/11/2025). Keputusan tersebut dikeluarkan melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 November 2025.
Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa penganugerahan gelar pahlawan nasional diberikan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap jasa-jasa luar biasa para tokoh tersebut dalam memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari 10 tokoh yang mendapat gelar tersebut, satu di antaranya berasal dari Jawa Barat, yaitu Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Ia dianugerahi gelar pahlawan dalam bidang perjuangan hukum dan politik. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah gagasannya tentang konsep negara kepulauan yang digunakan oleh Perdana Menteri RI saat itu, Djuanda Kartawidjaja, dalam Deklarasi Djuanda tahun 1957. Gagasannya berhasil mengukuhkan Prinsip Negara Kepulauan (Archipelagic State Principle) sebagai hukum laut internasional. Sehingga, perairan di antara pulau-pulau Indonesia diakui sebagai bagian sah dari kedaulatan Indonesia.
Atas kegigihan dan perjuangan diplomatiknya, wilayah laut Indonesia bertambah sekitar 3,7 juta km persegi tanpa perang, menjadikan Indonesia lebih utuh sebagai satu negara.
Sosok Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja

Mochtar Kusumaatmadja lahir di Batavia (Jakarta) pada 17 Februari 1929 dari pasangan M. Taslim Kusumaatmadja dan Sulmini Surawisastra. Ayahnya merupakan seorang apoteker yang berasal dari Tasikmalaya dan memiliki keturunan Wiradadaha, Bupati Sukapura pertama. Ibunya adalah anak dari Bajuri Surawisastra, pemilik Pondok Pesantren Balerante Palimanan, Cirebon.
Ia tutup usia pada 6 Juni 2021 dalam usia 92 tahun. Mochtar dikenal sebagai seorang akademisi dan diplomat. Pada masa kariernya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman pada 1974–1978 dan Menteri Luar Negeri pada 1978–1983. Selain itu, ia juga menjadi guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad).
Riwayat Pendidikan
Mochtar Kusumaatmadja lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1955. Setahun kemudian, ia meraih gelar pascasarjana dari Yale University, dan kemudian memperoleh gelar doktor di bidang hukum. Ia melanjutkan studi pascadoktoral di Harvard dengan spesialisasi Hukum Laut dan menjadi satu-satunya ahli Indonesia dalam bidang tersebut.
Ia juga pernah menjadi wakil Indonesia pada Sidang PBB mengenai Hukum Laut, di Jenewa dan New York. Meski sempat dipecat dari Unpad pada 1962 karena kritik terhadap pemerintah, ia tidak berhenti berjuang. Ia melanjutkan studi di Harvard Law School dan Trade of Development Research Fellowship di Universitas Chicago pada tahun 1964–1966. Karier politiknya semakin melonjak setelah pergantian rezim dari pemerintahan Soekarno ke pemerintahan Soeharto.
Riwayat Jabatan di Era Orde Baru
Di era Presiden Soeharto, Mochtar menempati beberapa jabatan menteri, antara lain:
- Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan III (28 Maret 1973–29 Maret 1978)
- Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III (29 Maret 1978–19 Maret 1983)
- Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983–21 Maret 1988)
Selain itu, Mochtar dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap permainan catur. Pada penghujung tahun 1985, ia terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi). Pada tahun 1971, ia mendirikan kantor hukum bernama Mochtar Karuwin Komar (MKK), yang menjadi kantor firma hukum pertama di Indonesia yang memperkerjakan pengacara asing.
Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2025
Berikut ini 10 nama yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Prabowo:
- Abdurrahman Wahid, tokoh dari Jawa Timur
- Jenderal Besar TNI Soeharto, tokoh dari Jawa Tengah
- Marsinah, tokoh dari Jawa Timur
- Mochtar Kusumaatmadja, tokoh dari Jawa Barat
- Hajjah Rahma El Yunusiyyah, tokoh dari Sumatera Barat
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh dari Jawa Tengah
- Sultan Muhammad Salahuddin, tokoh dari NTB
- Syaikhona Muhammad Kholil, tokoh dari Jawa Timur
- Tuan Rondahaim Saragih, tokoh dari Sumatera Utara
- Zainal Abisin Syah, tokoh dari Maluku Utara
Setelah wafatnya, banyak tokoh yang mendukung penetapan dirinya sebagai pahlawan nasional Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun mengubah nama Jalan Layang Pasopati menjadi Jalan Layang Mochtar Kusumaatmadja. Pada 10 November 2025, Mochtar Kusumaatmadja resmi mendapat gelar Pahlawan Nasional.