Profil KP, Kepala SPPG yang Diduga Lakukan Pelecehan
KP adalah seorang pria kelahiran tahun 1996 dan kini berusia 29 tahun. Ia menjabat sebagai kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. SPPG merupakan unit layanan yang dibentuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu inisiatif unggulan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Tujuan dari program MBG adalah menyediakan makanan bergizi gratis bagi kelompok rentan seperti siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Hal ini bertujuan untuk menekan angka malnutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, saat ini KP menjadi sorotan publik setelah dugaan pelecehan yang dilakukannya terhadap RDA (28), seorang pegawai di tempatnya bekerja, terekam jelas oleh kamera CCTV. Video tersebut kemudian viral setelah diunggah oleh beberapa akun Instagram seperti @fakta_bekasi pada Kamis (22/10/2025).
Kronologi Kejadian
Dalam video tersebut, terlihat KP dan RDA sedang berada di dalam ruangan kantor. KP lalu mendekati RDA yang sedang duduk di kursi dekat tembok dan melakukan tindakan tak senonoh dengan meraba-raba tubuh korban. Hingga Jumat (24/10/2025), video tersebut telah ditonton lebih dari 5,4 juta kali.
RDA mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Awalnya, ia meminta dokumen pekerjaan kepada KP pada Senin (6/10/2025). Namun, dokumen tersebut ternyata salah dan KP enggan memperbaikinya. Akhirnya, KP marah dan memaki RDA di depan rekan-rekannya.
“Padahal saya cuma tanya dokumen. Tapi dia marah, memaki saya seolah saya salah,” katanya.
Beberapa hari kemudian, KP kembali menunjukkan sikap temperamen dengan terlibat keributan dengan koki dapur MBG. Ia mempermasalahkan sang koki yang bekerja bersama istri. “Dia ributin kepala koki yang kerja bareng istrinya. Katanya gak boleh keluarga kerja satu dapur,” ujar RDA.

Dampak Psikologis dan Kekecewaan
Akibat kejadian ini, RDA mengalami trauma hingga tidak nafsu makan. Ia juga khawatir akan ancaman dari pelaku karena sudah melaporkan kasus ini ke polisi dan pihak yayasan. “Karena saya juga khawatir nanti balasan pelaku ke saya seperti apa, psikis saya terganggu,” jelasnya.
Di sisi lain, RDA kecewa karena belum ada langkah tegas dari pihak terkait. “Hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari BGN. Saya hanya ingin keadilan dan proses hukum berjalan,” tutupnya.
Penjelasan Polisi
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengakui telah menerima laporan dari korban. Ia juga mengungkap bahwa belum bisa memintai keterangan lantaran korban sedang jatuh sakit. “Segera kami komunikasikan pemanggilan,” imbuhnya.
AKBP Braiel menambahkan bahwa pihaknya sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti. “Semoga dalam waktu dekat bisa segera selesai,” tandasnya.
Respons BGN
Wakil Ketua Badan Bergizi Gratis (BGN) Nanik S. Deyang buka suara perihal dugaan pelecehan seksual hingga kekerasan secara verbal yang dilakukan oleh kepala SPPG kawasan Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. BGN menyayangkan kejadian tersebut.
“Kami tentu tidak menginginkan dan menyayangkan kejadian tersebut. Seharusnya menjadi temen kerja, harusnya kompak, harusnya kerja sama seperti itu,” kata Nanik.
Ia menegaskan bahwa BGN juga tengah melakukan proses untuk menonaktifkan terduga pelaku usai korban melapor ke pihak berwajib.