Peristiwa Ledakan di Sekolah yang Membuat Semua Terkejut
Pada Jumat (7/11/2025), sebuah peristiwa ledakan terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang membuat suasana sekolah berubah drastis dari ruang belajar menjadi ruang penuh kepanikan. Insiden ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang penyebab dan pelaku yang ternyata masih sangat muda, yaitu seorang siswa berusia 17 tahun.
Siswa tersebut dikenal sering menyendiri dan memiliki kebiasaan menggambar hal-hal yang dianggap aneh oleh teman-temannya. Kebiasaan itu membuat beberapa siswa lain bertanya-tanya, tetapi tidak ada yang benar-benar menyangka bahwa kegemarannya menggambar bisa berujung pada tragedi besar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ledakan sendiri terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, bertepatan dengan waktu salat Jumat, ketika sebagian besar siswa dan guru bergerak menuju masjid sekolah. Dentuman keras itu terdengar seperti petir yang jatuh di tengah-tengah halaman sekolah, membuat semua orang terkejut dan berlari mencari tempat aman.
Tak lama setelah itu, aparat keamanan menemukan terduga pelaku tergeletak di area belakang sekolah. Di dekat tubuhnya terdapat benda yang diduga kuat sebagai bom rakitan. Kondisinya kritis, sehingga ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Salah satu siswa yang mengenalnya, berinisial Z, mengungkapkan bahwa remaja tersebut memang lebih sering menghabiskan waktu seorang diri. Ia jarang terlibat percakapan dengan teman-temannya dan menunjukkan perilaku berbeda dibandingkan siswa lain. Z menjelaskan lebih jauh bahwa kebiasaan menggambar sang pelaku juga mengarah pada tema-tema yang tidak biasa.
“Katanya dia selalu menyendiri, sering buat gambar-gambar atau foto-foto kayak tentang darah dan tembak-tembakan gitu,” ujar Z, menggambarkan bagaimana beberapa temannya sudah lama memperhatikan perilaku itu.
Rumor bahwa pelaku pernah mengalami perundungan juga beredar di kalangan siswa. Banyak yang menganggap itu sebagai alasan di balik sikap tertutupnya. Namun tetap saja, tak seorang pun menduga bahwa kesendiriannya akan berujung pada peristiwa ledakan yang mengejutkan seluruh sekolah.
Pengaruh Media Sosial
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ikut memberikan tanggapan atas insiden tersebut. Ia menduga bahwa pelaku dapat saja terpengaruh oleh konten tertentu di media sosial, terutama mengingat usia pelaku yang masih rentan terhadap pengaruh luar. Dasco juga menyoroti pentingnya pihak sekolah memperketat pengawasan terhadap penggunaan gawai oleh siswa.
“Ya kita imbau kepada sekolah-sekolah untuk menerapkan asas kehati-hatian, terutama kepada para murid,” kata Dasco, menegaskan bahwa pengawasan digital kini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan siswa. Ia melanjutkan bahwa ada kemungkinan sang pelaku terpapar konten-konten yang tidak pantas.
“Mungkin tadi karena pengaruh yang dilihat di media-media sosial,” sambungnya. Meski begitu, Dasco menekankan bahwa penyebab pasti ledakan tidak boleh disimpulkan secara tergesa-gesa. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk menyelidiki dan mengungkap motif serta detail kejadian secara menyeluruh.
“Tapi untuk lebih lengkapnya hal-hal penyebabnya, pihak yang berwenang nanti yang akan menjelaskan,” ujarnya, memastikan bahwa proses investigasi tetap berjalan sesuai prosedur. Dalam pernyataan terakhirnya, Dasco juga membenarkan bahwa pelaku kini berada di meja operasi karena luka berat yang dideritanya.
Kini publik menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut sembari berharap tidak ada insiden serupa yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Polisi Masih Dalami Motif
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut. Menurutnya, penyidik kini fokus menelusuri peran pelaku dan motif di balik ledakan itu.
“Ini kan baru kejadian, sedang kami dalami. Nanti hasilnya akan kami sampaikan,” ujar Asep. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, puluhan siswa mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Kondisi Pelaku Masih Kritis
Pelaku yang berusia 17 tahun kini dirawat intensif di rumah sakit. Kondisinya disebut kritis akibat luka berat yang dialami saat ledakan. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk bisa memintai keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, proses belajar di SMAN 72 untuk sementara dihentikan sementara hingga situasi dinyatakan aman.

Sumber Ledakan
Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Tim penjinak bom (Jibom) dari Brimob Polda Metro Jaya telah dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian.
“Langkah-langkah yang sudah kita lakukan pertama adalah olah tempat kejadian perkara (TKP), pemasangan police line, dan sterilisasi oleh Jibom Brimob Polda,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Dari hasil penyisiran, petugas menemukan sebuah benda yang menyerupai airsoft gun di sekitar lokasi ledakan.
Temuan itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. “Pokoknya menyerupai, kita belum bisa pastikan apakah itu senjata api atau senjata rakitan, belum tahu,” tegas Budi. “Benda itu ditemukan di dekat dua korban,” tambahnya.
Hingga kini, tercatat sebanyak 54 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Polisi bersama tim medis telah mendirikan posko penanganan korban di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS Yarsi. Sementara itu, penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan dan asal benda yang ditemukan di lokasi.
Saksi Dengar Tiga Kali Ledakan
Beberapa menit sebelum waktu salat Jumat, tiga kali ledakan terdengar dari area sekolah dan membuat siswa serta guru panik berlarian menyelamatkan diri. Guru SMAN 72, Totong Koswara, menjadi salah satu saksi yang melihat langsung kepanikan tersebut.
“Setelah ada ledakan, pada bubar, kabur semua, ketakutan. Ambulans langsung pada datang, alhamdulillah,” ujar Totong dalam tayangan KompasTV. Menurut Totong, ledakan pertama terdengar dari dalam masjid sekolah, disusul dua ledakan lainnya di area luar.
“Kalau kerusakan di dalam enggak ada, tapi titik ledakan di dalam masjid dan di luar. Ada tiga titik ledakan, jaraknya enggak lama,” jelasnya. Beberapa siswa yang berada di sekitar lokasi langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
“Korban banyak, ada sampai 10. Jumlah keseluruhan saya belum tahu karena langsung dibawa ke rumah sakit di Cempaka Putih,” tambah Totong.