Soundrenaline Kembali Hadir di Jakarta 18-21 Desember dengan Bernadya hingga Barasuara

admin.aiotrade 17 Des 2025 4 menit 13x dilihat
Soundrenaline Kembali Hadir di Jakarta 18-21 Desember dengan Bernadya hingga Barasuara

Festival Musik dan Seni yang Menyebar di Jakarta

Pada tanggal 18–21 Desember 2025, Jakarta akan menjadi tempat perayaan musik dan seni yang luar biasa. Tidak terpusat di satu tempat dan tidak terpaku pada satu genre, Soundrenaline Sana-Sini di Jakarta hadir dengan pendekatan baru, yaitu festival yang menyebar, bergerak, dan berbaur dengan kehidupan kota. Dengan konsep multi-lokasi, festival ini mengajak publik untuk menjelajahi berbagai sudut Jakarta, mulai dari taman kota hingga ruang kreatif ikonik, agar bisa menikmati musik dan beragam ekspresi seni dengan cara yang lebih dekat, intim, dan penuh pengalaman personal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Festival ini dibagi ke dalam tiga district utama, masing-masing dengan karakter berbeda yang saling melengkapi. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing district:

ASEAN District: Ruang Temu Lintas Budaya

ASEAN District yang berlokasi di Taman Kota Peruri menjadi ruang temu lintas budaya dan emosi. Di area terbuka ini, musik indie, pop, eksplorasi tradisi, hingga sentuhan nostalgia sinema hadir berdampingan. Beberapa musisi seperti The Cottons, The Lantis, Basajan, Ali, Galdive, serta kolaborasi Isyana Sarasvati x Kasimyn tampil membawa warna musikal yang beragam.

District ini juga menghadirkan konser tribut soundtrack film Janji Joni yang dikurasi oleh Nikita Dompas. Penampilan kolaboratif dari Sari (White Shoes & The Couples Company), Ario dan Ale (The Adams), Marcell Thee (Sajama Cut), Bilal Indrajaya, Sir Dandy, David Tarigan, serta musisi lainnya membangkitkan memori kolektif lintas generasi. Penutup malam di ASEAN District akan diisi oleh POND, band asal Australia yang dikenal dengan penampilan live kelas dunia, sekaligus menjadi satu-satunya panggung Asia mereka sepanjang 2025.

Tak hanya musik, ASEAN District juga menghadirkan Quartery Merchandise Market di The Space. Marketplace kurasi ini menampilkan merchandise eksklusif dari band, label rekaman, hingga kolaborasi khusus musisi dan seniman visual. Pengunjung dapat menemukan produk edisi terbatas, mengikuti sesi temu penggemar, serta penandatanganan merchandise, menjadikan pengalaman festival lebih interaktif.

Blok M District: Pusat Eksplorasi Urban

Blok M District tampil sebagai pusat eksplorasi urban Soundrenaline Sana-Sini di Jakarta. Berlangsung di berbagai lokasi seperti COMA Jakarta, Krapela, M Bloc Live House, dan ruang alternatif lainnya, district ini merayakan keragaman skena musik kota—mulai dari soul, R&B, hip-hop, rock, elektronik, hingga eksperimen lintas genre.

Musisi seperti Andien, Teddy Adhitya, Soundwave bersama Teza Sumendra, Rafi Sudirman, YOKO CITY GHOST, hingga Wijaya 80 tampil berdampingan dengan nama-nama dari skena alternatif seperti Avhath with The Legion of Mysterès, The Panturas x Tarawangsawelas, Kelompok Penerbang Roket, Grrrl Gang, Lomba Sihir, eleventwelfth, HARUBISU, MORFEM, hingga KUNTARI.

Blok M District juga menjadi ruang bertemunya musik dan gagasan melalui THE LAB, yang menghadirkan diskusi musik, sesi dengar karya, lokakarya, serta interaksi langsung dengan pelaku industri kreatif lokal maupun internasional.

Selain itu, The Space di district ini menjadi pusat aktivitas kreatif bersama sejumlah kolektif, seperti Press Print Party yang menghadirkan pasar penerbit independen, sesi cetak silkscreen langsung, hingga workshop pembuatan zine. Aktivasi lain turut dihadirkan melalui Photo Walk Ramean dengan kamera analog dan photobooth interaktif, serta JICAF yang menampilkan karya ilustrasi dan merchandise kolaboratif musisi.

Istora District: Spektrum Pop dan Emosi yang Intim

Istora District melengkapi pengalaman festival dengan spektrum pop dan emosi yang lebih intim. Bertempat di Bengkel Space dan Lucy in the Sky, district ini mempertemukan musisi lintas generasi dalam suasana yang personal. Penampilan Bilal Indrajaya & The Gentlemen, Pamungkas, Sal Priadi, Bernadya, Coldiac, Elephant Kind, Barasuara, hingga rumahsakit edisi khusus menghadirkan perjalanan emosi yang beragam.

Sentuhan internasional hadir lewat Peter Bjorn and John yang untuk pertama kalinya tampil di Indonesia dengan set khusus album Writer’s Block. Malam di Istora District berlanjut dengan selebrasi musik elektronik bersama Prohamburger Grandmaster x Prontaxan, Dipha Barus, Gerald Liu, Moluccan Soul x Tiara Eve, hingga Bukan WG.

Festival yang Menjadi Bagian dari Gaya Hidup Urban

Lebih dari sekadar rangkaian konser, Soundrenaline Sana-Sini di Jakarta menempatkan festival sebagai bagian dari gaya hidup urban. Dengan format multi-lokasi, pengunjung bebas menentukan perjalanan mereka sendiri, datang untuk satu panggung favorit, berpindah district mengikuti suasana, berdiskusi di THE LAB, atau menemukan musisi baru di sudut kota yang tak terduga.

Festival ini bukan tentang berdiam di satu titik, melainkan tentang bergerak, berjumpa, dan merayakan musik bersama Jakarta.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan