SPBU Aceh Tamiang Lumpuh, Pertamina Kirim 80 Drum BBM dengan Pompa Manual

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 15x dilihat
SPBU Aceh Tamiang Lumpuh, Pertamina Kirim 80 Drum BBM dengan Pompa Manual


PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melakukan distribusi BBM Pertalite sebanyak 80 drum ke wilayah Aceh Tamiang. Distribusi ini dilakukan menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 16 kiloliter. Masyarakat dapat mengakses BBM tersebut melalui layanan darurat yang dioperasikan dengan mesin pompa manual atau disebut juga canting, di SPBU 14.244.430, Kelurahan Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

Pengadaan BBM ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh. Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Aceh, sebanyak 18 dari 23 kabupaten/kota mengalami dampak banjir dan longsor. Di antaranya, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan kerusakan paling parah. Akibatnya, enam dari tujuh SPBU tidak bisa beroperasi karena terendam lumpur. Kondisi infrastruktur, kelistrikan, dan lokasi SPBU memerlukan waktu pemulihan agar dapat kembali berfungsi normal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proses Penyaluran BBM Secara Manual

Penyaluran BBM dilakukan secara manual karena kondisi darurat. Antrian pengambilan BBM tidak dapat dihindari, karena BBM dari mobil tangki harus terlebih dahulu dimuat ke dalam drum sebelum dialirkan kepada konsumen menggunakan pompa manual yang dilengkapi alat ukur resmi. Seluruh tenaga dikerahkan, dan masyarakat memahami situasi darurat ini. Meskipun prosesnya manual, pelayanan tetap berjalan lancar.

Selain itu, Pertamina juga melakukan pembersihan SPBU yang terdampak lumpur secara bertahap. Tujuannya adalah untuk mendukung percepatan pemulihan operasional. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan untuk memastikan keamanan area pelayanan. Arus listrik juga dipastikan dalam kondisi nonaktif agar tidak terjadi risiko korsleting.

Kenaikan Kebutuhan BBM

Kebutuhan BBM masyarakat saat ini meningkat signifikan. Kebutuhan normal SPBU berada di kisaran 25 KL per hari, namun selama masa darurat meningkat menjadi sekitar 38 KL, atau naik sekitar 50%. Untuk menangani peningkatan ini, Pertamina juga mengoperasikan dispenser modular seperti yang digunakan pada SPBU Polonia (11.210.106). Modular ini disuplai melalui mobil tangki 16 KL berisi BBM jenis Pertamax guna melayani kebutuhan tambahan masyarakat.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan karena pasokan ke wilayah Aceh Tamiang dalam kondisi cukup dan terus dipercepat penyalurannya.

Distribusi BBM ke Wilayah Lain

Tidak hanya Aceh Tamiang, Pertamina juga menyalurkan BBM Pertalite dan Solar ke wilayah Bireuen. Pasokan ini berasal dari mobil tangki dari FT Lhokseumawe. Namun, jalur utama menuju Bireuen dari FT Lhokseumawe lumpuh total. Oleh karena itu, jalur darurat dari FT Krueng Raya diaktifkan. Jembatan utama jalur darurat terputus akibat lumpur dan material kayu, sehingga jalan alternatif dari jalur darurat menjadi satu-satunya jalan menuju Bireuen.

Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga menyalurkan BBM dan LPG ke wilayah Banda Aceh. Pasokan ini disalurkan melalui Kapal Wira Loewisa dari Lhokseumawe. Total LPG yang disalurkan ke Banda Aceh melalui kapal tersebut sebanyak 9 Skid Tank kapasitas 15 Ton dan 5 Mobil Tangki untuk memperkuat pendistribusian BBM di Terminal BBM Krueng Raya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan