
Persoalan Impor BBM oleh SPBU Swasta
Badan usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta masih belum sepakat untuk mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui PT Pertamina Patra Niaga. Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa awalnya sudah ada kesepakatan dengan beberapa badan usaha SPBU swasta terkait impor BBM ini.
Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk akhirnya menyanggupi mengimpor BBM base fuel. "Artinya, tanpa dyes (warna) dan aditif, belum ditambahkan apapun," kata Achmad dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ada dua SPBU swasta yang berminat, yakni Vivo dan APR. Namun, salah satunya batal karena alasan birokrasi internal. Pada akhirnya, satu SPBU itu lagi tidak jadi mengimpor BBM melalui Pertamina. Jadi, per 30 September, belum ada SPBU swasta yang sepakat melakukan pembelian.
Menurut Achmad, penolakan ini di antaranya akibat kandungan etanol dalam base fuel yang diimpor Pertamina. Di base fuel tersebut mengandung ethanol 3,5 persen. Secara regulasi ini sebenarnya sah-sah saja, tetapi para SPBU swasta tidak berkenan menggunakan BBM beretanol.
"Ini bukan masalah kualitas, [tetapi] masalah konten. Karena ini beda-beda merek, beda spesifikasi, maunya begini, maunya begitu," ujar Achmad.
Ia mengungkap para SPBU swasta masih membuka peluang negosiasi apabila pada pengiriman kargo berikutnya, BBM yang ditawarkan sesuai dengan karakteristik yang mereka butuhkan.
Kronologi Polemik Impor BBM
Berikut kronologi menurut paparan Achmad mengenai polemik ini:
-
Tanggal 20 September 2025:
Pertamina Patra Niaga menyampaikan email untuk permintaan kebutuhan. Badan usaha swasta ada yang sudah sempat menyampaikan kebutuhan, baik sebelum dan sesudah PPN menyampaikan surat di tanggal 20 September 2025. -
Tanggal 22 September 2025:
Pertamina Patra Niaga menyampaikan undangan rapat pada 22 September 2025 untuk rapat bersama untuk menindaklanjuti pelayanan ini di tanggal 23 September 2025, dengan hasil meeting: -
Melakukan negosiasi dengan semua BU SPBU Swasta apakah berminat untuk membeli parcel 1 (B/L 1) dan parcel 2 (B/L 2) yang ada di MT Sakura Shuchi.
-
Hasil Negosiasi:
- Tanggal 23 September 2025:
Dua BU menyampaikan masih minat membeli, 1 BU masih memerlukan koordinasi internal. - Tanggal 24 September 2025:
Satu BU menyampaikan minat membeli dan 1 BU lagi menunda karena masih memiliki stok. - Tanggal 24 September 2025:
Quotation resmi dikirim 24 September 2025 kepada BU yang berminat membeli. -
Tanggal 26 September 2025 siang:
Seluruh BU yang berminat deal. -
Tanggal 26 September malam:
Terdapat dispute issue pada kualitas (kandungan etanol) antara BU pembeli dan suplier. Satu BU membatalkan pada 26 September malam, sisanya membatalkan pada 30 September.