
Penyerapan SBN Ritel SR024 Mengalami Peningkatan Signifikan
Pengajuan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri SR024 tercatat mengalami penyerapan yang cukup tinggi, terutama untuk tenor tiga tahun (SR024-T3). Hingga Selasa (15/4/2026) pukul 19.40 WIB, kuota nasional SR024-T3 hampir habis dengan sisa hanya sebesar 1,4% atau sekitar Rp 166,6 miliar. Imbal hasil yang ditawarkan untuk instrumen ini mencapai 5,55%.
Di sisi lain, SR024 tenor lima tahun (SR024-T5) juga menunjukkan permintaan yang tinggi. Kuota yang tersisa saat ini hanya 4,7% atau sekitar Rp 257,1 miliar dari total penawaran. Instrumen ini menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, yaitu sebesar 5,9%. Penawaran sukuk ritel ini akan berakhir pada Rabu (15/4/2026).
Menurut Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, realisasi penjualan SR024 hingga saat ini masih sesuai dengan ekspektasi awal, khususnya untuk tenor pendek. Ia menjelaskan bahwa kuota nasional terjual cepat karena produk ini dinilai menarik.
Sejauh ini penjualan SR024 sesuai ekspektasi kami di awal, khususnya untuk tenor T3. Kuota nasional juga terserap cepat karena produknya terbilang menarik, ujar William kepada aiotrade, Senin (14/3/2026).
William menambahkan bahwa tingginya minat investor terhadap SR024 tidak lepas dari tingkat imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan seri SBN ritel sebelumnya. Bahkan, return SR024 lebih tinggi dibandingkan tiga seri SBN ritel terakhir.
Selain itu, secara netto, imbal hasil SR024 dinilai jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan bunga deposito perbankan. Ia menjelaskan bahwa:
Net return SR024 lebih tinggi sekitar 78% dibandingkan bunga deposito bank umum yang dijamin LPS, yang hanya sekitar 3,5%. Selain itu, instrumen ini juga aman karena dijamin negara.
Penambahan Kuota Penerbitan
Dalam upaya memenuhi permintaan yang tinggi, pemerintah memutuskan untuk menambah kuota penerbitan sebesar Rp 2,5 triliun pada Senin (13/4). Penambahan ini terdiri dari Rp 2 triliun untuk SR024-T3 dan Rp 500 miliar untuk SR024-T5. Dengan demikian, total kuota penerbitan SR024 kini meningkat menjadi Rp 17,5 triliun.
Tren Investor dalam Memilih Tenor
William mengakui bahwa dalam kondisi pasar saat ini, investor cenderung lebih memilih tenor pendek dibandingkan tenor panjang. Fenomena ini terjadi hampir di seluruh penerbitan SBN ritel.
Ia menilai kecenderungan ini dipengaruhi oleh kondisi pasar yang masih dibayangi volatilitas global. Investor cenderung bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Mungkin karena di saat seperti ini investor cenderung wait and see serta membutuhkan alternatif passive income untuk jangka pendek, tambahnya.
Dampak Volatilitas Pasar terhadap Investasi
Volatilitas pasar, baik dari sisi suku bunga global maupun faktor geopolitik, tetap memberikan pengaruh terhadap keputusan investasi masyarakat. Meski demikian, minat terhadap SBN ritel dinilai masih cukup kuat.
Bibit pun optimistis tren positif ini akan berlanjut pada penerbitan SBN ritel berikutnya, seiring dengan karakteristik produk yang relatif aman dan memberikan imbal hasil menarik.
Rencana Penerbitan SBN Ritel Berikutnya
Hingga akhir tahun, pemerintah masih akan menerbitkan enam seri SBN ritel berikutnya, antara lain:
- ST016 pada 8 Mei3 Juni 2026
- ORI030 pada 630 Juli 2026
- SR025 pada 21 Agustus16 September 2026
- SWR007 pada 4 September21 Oktober 2026
- SBR015 pada 28 September22 Oktober 2026
- ST017 pada 6 November2 Desember 2026
Dengan rencana penerbitan tersebut, masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk berinvestasi dalam instrumen yang aman dan menjanjikan.