Kasus Penculikan Bilqis: Dari Tindakan Kejahatan Hingga Keterlibatan Anak-Anak
Kasus penculikan anak yang terjadi di Makassar kini memasuki babak baru yang lebih menyedihkan. Di balik wajah seorang ibu rumah tangga biasa, ternyata tersimpan kisah kelam tentang perdagangan anak yang mengguncang nurani masyarakat.
Pelaku utama penculikan, Sri Yuliana (30), diduga juga pernah menjual salah satu anak kandungnya sendiri. Fakta ini pertama kali muncul dari pengakuan dua anak SY yang kini berada di rumah aman di bawah pengawasan UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Kota Makassar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Anaknya ini (SY) ada lima. Kalau informasi (ada anaknya dia jual) saya dapat dari anaknya. Ini sementara didalami juga sama pihak kepolisian. Karena banyak yang tahu bahwa mamanya ini yang jual anak,” ujar Konselor Hukum UPTD PPA Makassar, Sitti Aisyah, kepada awak media.
Fakta ini menjadi titik terang baru dalam penyelidikan. Dugaan praktik perdagangan anak oleh SY kini tengah ditelusuri secara mendalam oleh kepolisian.

Anak Dijadikan Umpan untuk Menculik Bilqis
Kedua anak SY bukan hanya saksi dari masa lalu kelam ibunya, namun juga tanpa sadar menjadi bagian dari rencana penculikan Bilqis. Mengutip laporan Kompas.com, kedua anak itu disuruh oleh ibunya untuk mengajak Bilqis bermain di sekitar taman, sebelum akhirnya korban kecil itu dibawa pergi.
“Yang pasti waktu sampai di sana, anak diminta pelaku (SY) untuk panggil Bilqis main-main,” ujar Sitti Aisyah.
Tragisnya, di balik tindak kejahatan yang melibatkan anak-anak itu, muncul pula kenyataan pahit lain. Salah satu anak SY ternyata menjadi korban kekerasan seksual oleh pamannya sendiri di Makassar.
“Salah satunya anaknya SY itu korban kekerasan seksual dari pamannya juga yang di Makassar,” beber Sitti.
Kini, dua anak SY masih menjalani pendampingan intensif oleh psikolog dan pekerja sosial dari UPTD PPA. Mereka berupaya memulihkan kondisi mental anak-anak tersebut yang mengalami trauma berlapis akibat tindak kekerasan, kehilangan, dan keterlibatan dalam kasus besar ini.
“Mengenai pendidikannya, kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah supaya pemulihan bisa berjalan lancar. Kami juga berikan layanan psikolog,” tambah Sitti.
Kronologi Penculikan Bilqis: Dari Makassar ke Hutan Jambi
Kasus penculikan ini bermula pada Minggu, 2 November 2025, saat Bilqis bermain di Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Tanpa disadari, seorang perempuan mendekat dan membujuknya dengan ramah. Dalam hitungan menit, Bilqis hilang dari pandangan teman-teman bermainnya dan lenyap tanpa jejak.
Laporan kehilangan itu segera menggerakkan tim gabungan kepolisian dari berbagai daerah. Setelah enam hari pencarian yang menegangkan, Sabtu malam (8/11/2025), Bilqis akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi wilayah yang dihuni komunitas Suku Anak Dalam (SAD).
Penemuan ini sekaligus membuka kedok jaringan besar perdagangan anak lintas provinsi yang ternyata telah lama beroperasi. Berdasarkan hasil penyelidikan, Bilqis dijual seharga sekitar Rp80 juta oleh kelompok pelaku yang beranggotakan empat orang dari tiga provinsi berbeda.
Empat Tersangka, Satu Jaringan TPPO Lintas Daerah
Polisi menetapkan empat tersangka utama dalam kasus penculikan dan dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini. Mereka adalah:
- Sri Yuliana alias SY (30) – warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
- Nadia Hutri alias NH (29) – warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
- Meriana alias MA (42) – warga Kabupaten Merangin, Jambi.
- Adit Prayitno Saputra alias AS (36) – pasangan kekasih Meriana, warga Kabupaten Merangin, Jambi.
Keempatnya kini menjalani proses hukum dan pemeriksaan intensif. Polisi menduga kuat mereka adalah bagian dari sindikat jual-beli anak yang menargetkan keluarga dengan ekonomi rendah serta anak-anak yang mudah didekati.
SY Masih Diperiksa: Antara Kejahatan dan Keputusasaan
Hingga kini, Sri Yuliana alias SY masih berada dalam pemeriksaan di Polrestabes Makassar. Polisi tengah menggali latar belakang dan motif yang mendorong seorang ibu tega menculik, bahkan diduga menjual darah dagingnya sendiri.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bagaimana jaringan perdagangan anak bekerja secara halus memanfaatkan kelemahan, kemiskinan, dan putusnya harapan. Tragedi Bilqis bukan hanya kisah tentang penculikan seorang bocah empat tahun, tetapi juga potret kelam sisi gelap kemanusiaan, di mana kasih seorang ibu tergantikan oleh tekanan hidup dan godaan uang.